Simak Cara Daftarnya! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 12 Maret

0
image

Simak Cara Daftarnya! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 12 Maret (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan program Balik Rantau Gratis 2026 untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah kembali ke tempat perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 untuk moda kereta api dan 28 Maret 2026 untuk pemberangkatan bus.

“Pendaftaran Balik Rantau Gratis dibuka pada tanggal 12 dan 13 Maret. Tanggal 12 Maret pendaftaran untuk kereta api, sedangkan 13 Maret pendaftaran untuk bus,” ujar Miko, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Masyarakat yang berminat dapat mendaftar secara daring melalui laman Pedamateng di alamat
https://pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id/. Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang dapat diunduh secara bebas.

Proses verifikasi pendaftaran akan berlangsung pada 14–16 Maret 2026, dilanjutkan dengan penerbitan E-Tiket pada 17 Maret 2026. Sementara finalisasi persiapan pelaksanaan program dilakukan pada 25–26 Maret 2026.

Untuk mengikuti program ini, peserta harus memiliki KTP domisili Jawa Tengah dan bekerja di sektor informal dengan penghasilan rendah, seperti penarik ojek, asisten rumah tangga, pedagang kaki lima, buruh, hingga pengemudi. Peserta juga diminta menyertakan dokumentasi pekerjaan sebagai bukti.

“Pendaftaran satu keluarga maksimal empat orang dan harus memiliki rekening Bank Jateng,” jelas Miko.

Dalam program ini, Pemprov Jateng menyiapkan 68 unit bus dengan kapasitas 3.400 kursi serta kereta api Tawang Jaya Premium dengan kapasitas 320 kursi.

Untuk pemberangkatan bus, titik utama berada di Asrama Haji Donohudan Boyolali, dengan beberapa titik satelit seperti Terminal Pilangsari Sragen, Terminal Tegalgede Karanganyar, Terminal Giriadipura Klaten, dan Terminal Ir Soekarno Klaten.

Selain itu, pemberangkatan juga dilakukan dari Terminal Mangkang Kota Semarang, Terminal Bulupitu Banyumas, serta sejumlah titik lain seperti Pendapa Kabupaten Blora, Kantor Dishub Kabupaten Magelang, dan Pendapa Kabupaten Kendal.

Menurut Miko, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi yang dipimpin Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk membantu masyarakat pekerja informal.

“Pemerintah Jawa Tengah berkomitmen membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar biaya perjalanan mudik dan kembali ke perantauan tidak terlalu berat,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh armada bus yang digunakan telah melalui proses rampcheck guna memastikan keamanan dan kelayakan kendaraan.

“Rampcheck dilakukan H-1 sebelum pemberangkatan di terminal yang telah ditentukan,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *