FBM Dorong Pembangunan Patung PB X di Solo, Perkuat Identitas Budaya
FBM Dorong Pembangunan Patung PB X di Solo, Perkuat Identitas Budaya (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Ketua Umum Forum Budaya Mataram, BRM Kusumo Putro, kembali menyuarakan pembangunan patung Pahlawan Nasional Pakubuwono X (PB X) di Kota Solo.
Ia mendorong agar Pemerintah Kota maupun Pemerintah Pusat segera merealisasikan pembangunan patung tersebut sebagai simbol sejarah dan budaya.
Menurutnya, sejumlah titik strategis dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan, seperti kawasan flyover Purwosari, depan Balai Kota, hingga sekitar Gapura Gladak yang berdekatan dengan patung pahlawan Slamet Riyadi.
“Dua patung pahlawan nasional ini nantinya dapat menjadi simbol kepahlawanan dari masa yang berbeda dalam perjuangan melawan kolonialisme,” ujarnya.
Selain aspek historis, Kusumo menekankan bahwa pembangunan patung juga perlu mempertimbangkan tata kota, filosofi budaya, serta daya tarik wisata guna memperkuat identitas Kota Solo.
Ia juga menyinggung bahwa kawasan Keraton Kasunanan Surakarta telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, sehingga pengembangan kawasan pendukung dinilai penting sebagai satu kesatuan lanskap budaya.
Menurut Kusumo, pembangunan patung PB X bukan tanpa alasan. Selain merupakan aspirasi masyarakat, patung tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa Solo memiliki tokoh pahlawan nasional yang berperan besar dalam sejarah.
PB X dikenal tidak hanya sebagai tokoh perjuangan melawan kolonialisme, tetapi juga pelopor modernisasi di masanya. Ia tercatat membangun pembangkit listrik Solosche Electrisireits Maatschappij (SEM) pada 1901, yang menjadi tonggak awal modernisasi kota.
Di bidang ekonomi, PB X juga mendirikan Pasar Gede Harjonagoro serta Bank Bandha Lumaksa untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Tak hanya itu, berbagai infrastruktur penting juga dibangun pada masa pemerintahannya, seperti Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo Kota, hingga kawasan Stadion Sriwedari.
Kusumo menilai, pembangunan patung PB X akan memberikan dampak luas, tidak hanya dalam memperkuat identitas budaya dan kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Ini juga menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat persatuan melalui penghargaan terhadap warisan budaya,” pungkasnya. (jn02)
