Meriah! 18 Balon Udara Warnai Langit Alun-alun Keraton Solo, Antusiasme Warga Membludak

0
02C34102-83DD-4C4D-A0BD-3D0AFE9924C5-53684-00000A13CEA9C363

Meriah! 18 Balon Udara Warnai Langit Alun-alun Keraton Solo, Antusiasme Warga Membludak (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Festival Balon Udara perdana di Kota Solo sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati kawasan Alun-Alun Utara Keraton Solo, Minggu (17/5/2026) pagi. Sebanyak 18 balon udara raksasa berwarna-warni menghiasi langit Kota Bengawan dan menjadi tontonan spektakuler bagi masyarakat.

Tingginya antusiasme warga membuat kawasan sekitar lokasi festival dipadati pengunjung sejak subuh. Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman bahkan sempat mengalami kemacetan panjang, sementara Jalan Pakoe Boewono yang mengelilingi alun-alun ditutup total oleh petugas demi mengakomodasi membludaknya pengunjung.

Penyelenggara acara, Slamet Sulistiyono, mengatakan festival ini merupakan bagian dari puncak perayaan HUT ke-18 Bank Jateng Syariah.

“Ini hadiah spesial dari Bank Jateng Syariah untuk warga Solo. Kami menghadirkan 18 balon udara beserta operator profesional dari Wonosobo,” ujar Slamet yang juga Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Syariah.

Menurutnya, sebelum digelar di Solo, festival serupa lebih dulu berlangsung di Semarang dan Kudus.

Panitia memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan telah dipenuhi karena wilayah udara Solo berada di jalur aktif penerbangan Bandara Adi Soemarmo. Perizinan disebut telah dikantongi dari AirNav, otoritas bandara, kepolisian, hingga pemerintah daerah.

Untuk alasan keamanan, seluruh balon diterbangkan menggunakan tali penambat dengan ketinggian terbatas sekitar 15 hingga 20 meter.

Namun kemeriahan festival harus berakhir lebih cepat setelah cuaca memburuk sekitar pukul 07.11 WIB. Kecepatan angin mendadak meningkat hingga 12 knot bahkan sempat menyentuh 20 knot, jauh di atas batas aman operasional balon udara membran yang hanya sekitar 4 knot.

“Kondisi angin sangat berisiko membuat balon sobek sehingga penerbangan terpaksa dihentikan demi keselamatan,” jelas Slamet.

Meski durasi penerbangan dipersingkat, festival ini tetap mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Panitia pun membuka peluang agar agenda serupa kembali digelar di Solo dengan persiapan lokasi dan teknis yang lebih matang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *