Kasus Bullying di Sragen dan Brebes, Pemprov Jateng Turun Tangan Dampingi Keluarga Korban

0
image

Kasus Bullying di Sragen dan Brebes, Pemprov Jateng Turun Tangan Dampingi Keluarga Korban (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan kepeduliannya terhadap kasus perundungan dan kekerasan pelajar yang terjadi di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengungkapkan pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul dua peristiwa yang menyita perhatian publik, yakni perkelahian antarsiswa di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen, serta tawuran pelajar di Bulakamba, Brebes, yang sama-sama menelan korban jiwa.

Di Sragen, rombongan Dinas Pendidikan mengunjungi keluarga almarhum Wahyu Adi Prasetya, siswa kelas 8 yang meninggal dunia usai terlibat perkelahian di lingkungan sekolah pada awal April 2026.

“Sekolah bersama pihak terkait telah melakukan pendampingan keluarga sejak proses pemakaman hingga doa bersama,” ujar Sadimin.

Sementara itu, di Brebes, perhatian juga diberikan kepada keluarga korban tawuran pelajar yang terjadi di wilayah Bulakamba. Insiden tersebut melibatkan sejumlah remaja dan menyebabkan satu pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut Sadimin, kasus di Brebes diduga dipicu konflik antarkelompok pelajar yang sebelumnya telah terjadi. Untuk mencegah kejadian serupa, pihak sekolah telah melakukan pembinaan dengan melibatkan berbagai pihak.

Koordinasi dilakukan dengan kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, hingga orang tua siswa guna memperketat pengawasan, termasuk dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik.

“Pengawasan terhadap siswa perlu diperkuat, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga,” jelasnya.

Pemprov Jateng juga terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat kabupaten untuk mengkaji penyebab kejadian secara menyeluruh, sekaligus merumuskan langkah pencegahan.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, seluruh pihak diminta bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

“Kita harus bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman agar proses belajar berjalan dengan baik,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *