Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pemprov Jateng Buka Peluang Kerja di Sektor Wisata Alam
Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pemprov Jateng Buka Peluang Kerja di Sektor Wisata Alam (JatengNOW/Dok)
KABUPATEN SEMARANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui sektor pariwisata. Salah satunya dengan menggelar pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) seiring meningkatnya tren wisata jelajah alam.
Program ini digelar di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, pada 17–18 April 2026. Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti praktik lapangan dari total 250 pendaftar, setelah sebelumnya mendapatkan pembekalan teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata Jawa Tengah.
Staf BLK Jasa dan Pariwisata Jateng, Hamid Adityawarman, menjelaskan pelatihan ini bertujuan mencetak pemandu gunung profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
“Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemandu wisata gunung yang kompeten sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia,” ujarnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP guna memastikan kualitas dan sertifikasi peserta.
Ketua APGI Jawa Tengah, Lazuardi, menyebut potensi wisata gunung di Jawa Tengah sangat besar. Dari sekitar 15 destinasi gunung, jumlah pendaki mencapai 900 ribu orang setiap tahun.
Namun, jumlah pemandu profesional masih terbatas, yakni sekitar 160 orang, sehingga peluang kerja di sektor ini masih terbuka lebar.
“Ini peluang besar. Kebutuhan pemandu masih jauh dari cukup dibandingkan jumlah pendaki,” jelasnya.
Dari sisi pendapatan, profesi pemandu gunung juga cukup menjanjikan, dengan kisaran penghasilan Rp350 ribu hingga Rp650 ribu per hari, tergantung durasi dan tingkat kesulitan pendakian.
Peserta pelatihan, Endang Pratiwi, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia berharap bisa meningkatkan kapasitas dari porter menjadi pemandu profesional.
“Saya ingin naik level menjadi pemandu, bukan hanya porter,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan peserta lain, Mufni, yang berharap keterampilan yang didapat dapat diterapkan untuk melayani wisatawan sekaligus berbagi pengalaman.
Melalui pelatihan ini, Pemprov Jateng berharap mampu mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. (jn02)
