Edy Wuryanto Ajak Masyarakat Cerdas Memilih Obat, Cegah Risiko Gangguan Ginjal dan Pankreas

0
IMG-20260725-WA0022

REMBANG, JATENGNOW.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih obat guna mencegah berbagai penyakit, seperti gangguan ginjal hingga pankreas. Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Edy saat menghadiri sosialisasi Cerdas Memilih Obat yang Aman di Gedung KUD Mina, Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga dan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang.

Edy menilai masih banyak masyarakat yang mengonsumsi jamu maupun obat tanpa mengetahui kandungan serta efek sampingnya. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

“Masih banyak warga yang nyeri lutut minum jamu sembarangan, mereka tidak tahu bahwa efek sampingnya bisa sakit ginjal. Ibu-ibu membeli obat skin care ternyata mengandung zat berbahaya, bapak-bapak juga untuk meningkatkan vitalitas minum obat yang tidak standar dan ilegal, akhirnya merusak ginjal,” ujar Edy.

Politikus yang memiliki latar belakang sebagai tenaga keperawatan itu mengimbau masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gangguan kesehatan. Dengan pemeriksaan medis, pasien akan mendapatkan diagnosis dan obat yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Selain itu, Edy mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip CEK KLIK sebelum membeli maupun mengonsumsi obat. Prinsip tersebut meliputi memeriksa Kemasan, membaca Label, memastikan Izin edar dari BBPOM, serta mengecek Kedaluwarsa produk.

Menurutnya, penerapan CEK KLIK menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat yang tidak memenuhi standar keamanan.

“Kesadaran masyarakat dalam memilih obat sangat penting agar terhindar dari risiko kesehatan akibat mengonsumsi produk yang tidak aman,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPOM Semarang Rustyawati memberikan edukasi kepada peserta mengenai cara mengenali obat yang aman dan legal. Selama sesi dialog yang berlangsung sekitar dua jam, warga tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan obat dan produk kesehatan.

Salah seorang peserta, Siti Asyah, warga Desa Trahan, Kecamatan Sluke, mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

“Biasanya saya tanya ke tetangga kalau mencari obat yang manjur. Setelah ikut kegiatan ini saya jadi tahu kalau sebelum membeli obat harus mengecek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsanya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memilih obat yang aman dan legal sehingga dapat mencegah risiko gangguan kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai standar. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *