Bola Api hingga Perang Api, Festival Jondang Jepara Jadi Magnet Wisata Budaya

0
image

Bola Api hingga Perang Api, Festival Jondang Jepara Jadi Magnet Wisata Budaya (JatengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Kemeriahan Festival Jondang dalam rangka sedekah bumi Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, mencapai puncaknya pada Selasa (21/4/2026) malam. Atraksi bola api dan perang api sukses memukau masyarakat yang memadati lokasi acara.

Festival tahunan yang telah memasuki tahun ke-12 ini menjadi tradisi khas desa yang sarat nilai budaya, kebersamaan, sekaligus berpotensi besar dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menyebut Festival Jondang sebagai kekayaan budaya yang tidak dimiliki semua daerah.

“Festival Jondang adalah kekayaan budaya yang luar biasa. Saat ini sudah ada 25 desa wisata di Jepara, dan ke depan harus terus ditambah. Desa Kawak memiliki potensi yang sangat baik, tinggal bagaimana mengemasnya melalui promosi, kolaborasi dengan UMKM, BUMDes, serta masyarakat, sehingga tradisi ini tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi desa dan kebanggaan Jepara,” ujarnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, menjelaskan bahwa Festival Jondang merupakan agenda rutin tahunan yang digelar usai panen raya sebagai bentuk rasa syukur masyarakat.

“Festival ini sudah berjalan selama 12 tahun dan menjadi tradisi masyarakat setelah panen raya. Puncak acara berupa sepak bola api memiliki makna untuk menyatukan tiga dukuh di Desa Kawak. Api melambangkan semangat dan pengendalian amarah untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju,” jelasnya.

Rangkaian Festival Jondang diawali dengan tradisi manganan pada hari sebelumnya, kemudian dilanjutkan berbagai pertunjukan budaya hingga mencapai puncaknya melalui atraksi sepak bola api dan perang api yang menjadi daya tarik utama bagi warga maupun pengunjung. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *