Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Nasional
Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Nasional (JatengNOW/Dok)
BANYUMAS, JATENGNOW.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden mendapatkan paparan terkait sistem pengelolaan sampah yang diterapkan, mulai dari tahap awal hingga pengolahan akhir berbasis ekonomi sirkular.
Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan mampu mengubah sampah menjadi sumber bernilai ekonomi.
“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, timbulan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari, dengan sekitar 77,76 persen di antaranya telah berhasil dikelola. Sisanya masih dalam proses penanganan agar dapat masuk ke sistem terpadu.
Sampah yang telah dipilah kemudian diolah menjadi berbagai produk, termasuk bahan bakar alternatif seperti Refuse Derived Fuel (RDF).
Melihat sistem tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi dan menyatakan dukungan penuh untuk pengembangannya di berbagai daerah.
“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung, agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang harus segera dituntaskan.
“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, harus bisa kita kendalikan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa perhatian Presiden juga tertuju pada pengembangan RDF di wilayahnya yang terus diperluas.
“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” ungkapnya.
Menurut Luthfi, sistem pengelolaan yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain karena mencakup seluruh rantai pengelolaan.
“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” ujarnya.
Pemprov Jawa Tengah juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas RDF di sejumlah daerah dengan dukungan industri, termasuk empat pabrik semen yang berperan sebagai offtaker.
“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelasnya.
Selain itu, konsep pengolahan sampah regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu melampaui target nasional pengelolaan sampah.
“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden juga memberikan apresiasi atas langkah yang telah dilakukan Jawa Tengah dalam pengelolaan sampah terpadu.
“Jawa Tengah dinilai sudah baik dan bisa jadi contoh bagi provinsi lain,” pungkasnya. (jn02)
