Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang Resmi Beroperasi, 220 Siswa Ikuti Hari Pertama MPLS
Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang Resmi Beroperasi, 220 Siswa Ikuti Hari Pertama MPLS (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang yang berlokasi di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, resmi mulai beroperasi pada Jumat (31/7/2026). Sebanyak 220 siswa mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 dan Desil 2.
Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang, Wahyu Tri Setio Budi, mengatakan seluruh siswa tampak antusias menjalani hari pertama di lingkungan sekolah. Mereka langsung mengikuti berbagai rangkaian kegiatan MPLS, termasuk sarapan bersama di kantin sekolah.
Menurut Wahyu, berbagai fasilitas pendidikan telah disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar sekaligus pengembangan potensi peserta didik. Di antaranya laboratorium, lapangan mini soccer berstandar FIFA, lapangan basket dan voli berstandar internasional, masjid, hingga tempat ibadah bagi siswa nonmuslim.
Meski telah beroperasi, pembangunan sejumlah fasilitas masih terus berlangsung, khususnya asrama putra dan putri untuk jenjang SMP dan SMA. Selama proses penyelesaian tersebut, para siswa sementara menempati asrama jenjang SD yang dinilai masih memadai.
“Walaupun menggunakan sistem asrama, kami tetap memberikan kesempatan kepada orang tua untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Orang tua diperbolehkan menjenguk setiap Sabtu dan Minggu agar kedekatan keluarga tetap terjaga,” ujar Wahyu.
Ia juga memastikan kendala pasokan air bersih yang sebelumnya sempat menjadi perhatian kini telah teratasi berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang melalui suplai dari PDAM. Ke depan, kebutuhan air diproyeksikan semakin tercukupi setelah Embung Kaliombo mulai beroperasi.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang sekaligus Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat, Teguh Gunawarman, berharap seluruh peserta didik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Menurut Teguh, dukungan dan kepercayaan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menyebutkan jumlah siswa jenjang SD saat ini mencapai 10 anak, meningkat dibandingkan rencana awal sebanyak lima siswa, meski masih berada di bawah target 90 siswa. Kondisi tersebut dinilai wajar karena sebagian orang tua masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan konsep sekolah berasrama bagi anak usia sekolah dasar.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang menampung total 220 siswa yang terdiri atas 10 siswa SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA asal Kabupaten Rembang, serta tambahan 30 siswa SMA dari Kabupaten Blora yang belum memiliki gedung Sekolah Rakyat.
Sekolah yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp200 miliar tersebut diharapkan menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui sistem pendidikan berasrama yang didukung berbagai fasilitas modern, para siswa diharapkan mampu berkembang secara akademik maupun nonakademik sehingga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan. (jn02)
