September 14, 2026

Indonesia Bidik 10 Besar Asian Para Games 2026, Boccia hingga Para Panahan Jadi Andalan

0
TIM PARA PANAHAN INDONESIA

Tim para panahan Indonesia saat tampil di kejuaraan Ahmedabad 2026 Hyundai World Archery Para Series di India, 5-10 September 2026. Indonesia berhasil meraih dua medali perak dan dua medali perunggu di kejuaraan ini. NPC INDONESIA

SOLO, JATENGNOW.COM – Kontingen Indonesia semakin optimistis menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Sejumlah hasil positif dari rangkaian try out membuat National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menilai target masuk 10 besar masih terbuka lebar.

Sebanyak 101 atlet dari 12 cabang olahraga (cabor) sejauh ini telah memastikan diri tampil pada ajang yang dijadwalkan berlangsung 18-24 Oktober 2026 tersebut.

Sejumlah cabor menunjukkan performa menjanjikan sepanjang persiapan. Boccia menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian setelah lima atlet Indonesia berhasil membawa modal sebagai juara umum dalam tiga kejuaraan dunia yang diikuti tahun ini, termasuk World Boccia Championship 2026.

Potensi medali juga datang dari para balap sepeda. Dalam Malaysia Para Road Race 2026, Muhammad Fadli Imammuddin dan kawan-kawan berhasil mengoleksi tiga medali emas, empat perak, serta tiga perunggu.

Sementara itu, tim para bulu tangkis Indonesia kembali menunjukkan konsistensinya di level internasional. Leani Ratri Oktila dan kolega meraih empat emas, satu perak, dan dua perunggu pada China Para Badminton International 2026.

Hasil positif kembali ditorehkan di Japan Para Badminton International 2026 dengan koleksi empat medali emas dan satu perunggu.

Dari cabang para panahan, Kholidin dan kawan-kawan juga menunjukkan perkembangan. Mereka berhasil meraih dua medali perak dan dua perunggu dalam Hyundai World Archery Para Series 2026 di India.

Rangkaian hasil tersebut menjadi modal penting bagi NPC Indonesia dalam menyusun proyeksi prestasi menuju Nagoya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan target perolehan medali emas saat ini berada di kisaran delapan hingga sembilan emas. Namun, target masuk 10 besar tetap diyakini bisa diwujudkan.

“Saat ini target medali memang baru delapan sampai sembilan emas, tetapi untuk peringkat, kami targetkan sepuluh besar masih bisa tercapai,” kata Rima, Minggu (13/9/2026).

Kehilangan Para Catur, Berharap Kejutan dari Cabor Lain

Wasekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto saat memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers capaian kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025 di Hotel Centara, Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu (24/01/2026). Hingga 23 Januari 2026 kontingen Indonesia berhasil meraih 69 medali emas, 79 perak, dan 69 perunggu. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

Indonesia menghadapi tantangan tersendiri karena cabang para catur tidak dipertandingkan dalam Asian Para Games 2026 di Jepang.

Padahal, pada Asian Para Games sebelumnya di China, para catur menjadi salah satu penyumbang terbesar medali emas Indonesia. Dari total 29 emas yang diraih Indonesia ketika itu, 10 di antaranya berasal dari cabor tersebut.

Kondisi tersebut membuat NPC Indonesia harus mencari sumber medali lain untuk menjaga peluang mempertahankan posisi kompetitif di klasemen.

Rima menyebut sejumlah cabor yang menunjukkan perkembangan signifikan selama masa try out berpotensi menjadi sumber medali baru, di antaranya boccia, para panahan dan para atletik.

“Kita berharap ada kejutan dari cabor yang prestasinya terus meningkat selama masa try out, seperti boccia dan para panahan. Para atletik juga menunjukkan performa signifikan. Semoga cabor-cabor ini bisa memberikan kompensasi atas hilangnya cabor para catur,” jelasnya.

NPC Indonesia masih menunggu hasil kualifikasi dari beberapa cabang olahraga sebelum menetapkan komposisi akhir kontingen.

Perhitungan peluang medali juga akan dilakukan secara lebih akurat setelah seluruh atlet menyelesaikan rangkaian try out. Setelah itu, para atlet akan memasuki fase maintenance sebelum bertolak ke Nagoya.

“Dari hasil kualifikasi ada sekitar 100 atau 105 atlet yang sudah lolos. Kita tinggal menunggu dua sampai tiga cabor untuk pengumumannya. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah jelas siapa yang akan berangkat ke Nagoya,” ungkap Rima.

Kholidin Tambah Percaya Diri

Atlet para panahan Indonesia, Kholidin saat tampil di kejuaraan Ahmedabad 2026 Hyundai World Archery Para Series di India, 5-10 September 2026. Indonesia berhasil meraih dua medali perak dan dua medali perunggu di kejuaraan ini. NPC INDONESIA

Salah satu atlet yang membawa optimisme menuju Asian Para Games 2026 adalah Kholidin dari cabang para panahan.

Pengalaman tampil dalam Hyundai World Archery Para Series 2026 di India menjadi modal penting bagi Kholidin. Ia berhasil meraih medali perak individu dan perunggu pada nomor mixed team.

Menurutnya, persaingan di India memberikan pengalaman berharga karena kejuaraan tersebut dirancang dengan atmosfer yang menyerupai Paralimpiade.

“Pengalaman di India kemarin sangat luar biasa, karena kejuaraannya didesain seperti Paralimpiade. Lawan-lawannya sangat luar biasa. Saya sampai tiga kali sama terus nilainya. Alhamdulillah saya bisa dapat perak individu dan perunggu mixed team,” ucap Kholidin.

Hasil tersebut membuat kepercayaan dirinya meningkat. Ia kini menargetkan hasil yang lebih baik ketika tampil di Nagoya.

“Pengalaman itu menjadi modal buat saya untuk event selanjutnya di Jepang. Semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik, Insya Allah bisa mendapatkan medali emas,” lanjutnya.

Kholidin juga memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa untuk mengevaluasi penampilannya di India. Jeda sekitar satu bulan sebelum Asian Para Games akan digunakan untuk mematangkan persiapan.

“Alhamdulillah kesiapan kami sudah 90 persen. Tinggal 10 persen sisanya kami persiapan lagi agar lebih matang,” tegas Kholidin.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan performa positif dari sejumlah cabor, kontingen Indonesia kini menatap Nagoya dengan target realistis sekaligus ambisius: mengamankan medali emas sebanyak mungkin dan menembus 10 besar Asian Para Games 2026. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *