Supeltas Solo Dapat Pembinaan Khusus, Polisi Tekankan Etika di Jalan

0
IMG-20260507-WA0024

SOLO, JATENGNOW.COM – Satlantas Polresta Surakarta menggelar pembinaan terhadap para sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di Kota Solo. Kegiatan tersebut meliputi pemberian rompi, pengarahan, hingga pelatihan terkait tata cara pengaturan arus kendaraan yang aman dan sesuai prosedur.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Dhayita Daneswari, mengatakan pembinaan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian sekaligus peningkatan kapasitas bagi para Supeltas yang selama ini membantu kelancaran lalu lintas di sejumlah titik padat kendaraan.

“Kegiatan ini berupa pembinaan sekaligus pemberian rompi kepada Supeltas di wilayah Kota Surakarta,” ujarnya.

Menurut Dhayita, saat ini terdapat sekitar 100 Supeltas yang menjadi binaan Polresta Surakarta. Mereka tersebar di berbagai titik rawan kemacetan dan bekerja secara sukarela membantu pengguna jalan.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Dhayita Daneswari (JatengNOW/Kevin Rama)

Selain pemberian perlengkapan, para Supeltas juga mendapatkan materi mengenai teori dan praktik pengaturan lalu lintas, termasuk etika saat bertugas di lapangan.

“Kami tekankan bahwa pengaturan lalu lintas harus tetap mengutamakan keselamatan. Mereka juga sudah memahami mekanisme dan batasan saat membantu di jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Supeltas selama ini cukup membantu, terutama saat jam sibuk seperti waktu berangkat dan pulang kerja maupun jam sekolah.

“Mereka biasanya turun ketika kondisi lalu lintas mulai padat atau crowded,” katanya.

Satlantas menilai kehadiran Supeltas turut membantu menekan potensi kecelakaan lalu lintas di Kota Solo. Sebab, salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah pelanggaran dan ketidakteraturan arus kendaraan.

“Dengan adanya pengaturan di jalan, potensi kecelakaan bisa diminimalkan,” tegas Dhayita.

Supeltas Solo Dapat Pembinaan Khusus, Polisi Tekankan Etika di Jalan (JatengNOW/Kevin Rama)

Sementara itu, Ketua Paguyuban Supeltas Solo, Narno, mengaku bersyukur karena para relawan terus mendapat dukungan dan pembinaan dari kepolisian.

“Dengan adanya pembinaan ini kami merasa diperhatikan dan didukung untuk menunjang kegiatan di lapangan,” ujarnya.

Narno yang bertugas di kawasan Perempatan Kilat Nonongan telah menjadi Supeltas sejak 2014. Warga Baki, Sukoharjo itu mengaku menjalani tugas secara sukarela demi membantu ketertiban lalu lintas di Kota Solo.

“Yang paling penting kami bisa bermanfaat bagi masyarakat dan membantu menekan angka kecelakaan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Supeltas perempuan, Retno Esliningtyas. Ia menilai pembinaan dari Satlantas membuat para relawan semakin memahami teknik pengaturan lalu lintas yang benar.

“Pengaturan di jalan tidak boleh sembarangan. Kami juga diajarkan 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas,” ungkapnya.

Retno yang telah menjadi Supeltas selama lima tahun biasanya bertugas di kawasan Pertigaan Kalitan pada sore hari. Sebagai ibu rumah tangga, ia merasa pekerjaan tersebut memberinya waktu yang cukup fleksibel.

Meski demikian, ia mengakui pekerjaan di jalan memiliki risiko tinggi. Salah satu pengalaman yang pernah dialaminya adalah terserempet spion kendaraan saat mengatur lalu lintas.

“Pernah terserempet spion waktu bertugas,” ujarnya.

Walau penghasilan tidak menentu, Retno mengaku tetap menjalani pekerjaannya dengan ikhlas sambil membantu kelancaran lalu lintas di Kota Solo. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *