Dua Sapi Milik Warga Karanganyar Mati Disembelih ODGJ, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Dua Sapi Milik Warga Karanganyar Mati Disembelih ODGJ, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah (JatengNOW/Dok)
KARANGANYAR, JATENGNOW.COM – Dua ekor sapi milik warga Dusun Metro, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, ditemukan mati setelah disembelih oleh seorang pria yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Rabu (27/5/2026).
Kepala Desa Wonokeling, Suyat, membenarkan kejadian tersebut. Kedua sapi itu diketahui milik warga bernama Wiji (60), sementara pelaku berinisial E (33), yang merupakan anak kandung korban dan baru sekitar sepekan keluar dari rumah sakit jiwa.
“Iya betul dua ekor sapi disembelih Rabu kemarin. Anaknya itu kurang normal, habis dirawat kurang lebih dua minggu di RSJ,” ujar Suyat, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, sebelum kejadian pelaku sempat menghadiri penyembelihan hewan kurban di masjid setempat usai Salat Iduladha. Pelaku bahkan membawa pisau, namun tidak dilibatkan dalam kegiatan penyembelihan karena kondisi kejiwaannya.
“Dia datang ke lokasi penyembelihan kurban dan sudah membawa pisau. Karena kondisinya tidak normal, warga tidak mengajaknya ikut bekerja,” jelas Suyat.
Diduga kecewa tidak dilibatkan, pelaku kemudian pulang dan mendatangi kandang milik orang tuanya. Di lokasi tersebut, ia menyembelih dua ekor sapi yang sebelumnya pernah ia usulkan untuk dijadikan hewan kurban.
“Sebelumnya dia pernah meminta kepada orang tuanya agar sapi itu dikurbankan, tetapi tidak diperbolehkan. Saat kondisi kandang sepi, kedua sapi itu kemudian disembelih,” katanya.
Lokasi kandang yang jauh dari permukiman membuat tidak ada warga yang mengetahui kejadian tersebut. Tidak terdengar suara gaduh maupun raungan sapi saat peristiwa berlangsung.
Kejadian baru diketahui sekitar pukul 12.00 WIB ketika kedua orang tua pelaku hendak memberi pakan ternak. Mereka mendapati dua ekor sapi sudah tergeletak dalam kondisi mati.
“Mau dikasih makan oleh orang tuanya, ternyata kedua sapi sudah mati. Ibunya langsung menangis melihat kondisi itu,” ungkap Suyat.
Saat ditanya perangkat desa mengenai alasan tindakannya, pelaku hanya diam dan tidak memberikan penjelasan.
Akibat kejadian tersebut, keluarga bersama pemerintah desa kemudian menjual bangkai kedua sapi kepada seorang jagal dengan harga sekitar Rp4 juta. Padahal jika masih hidup, nilai kedua sapi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 juta.
“Dua sapi itu akhirnya dibeli seseorang sekitar Rp4 juta. Padahal kalau masih hidup nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Pasca kejadian, pemerintah desa meminta keluarga dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami meminta agar pelaku terus dipantau dan diawasi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (jn02)
