Bangkit Setelah Vakum Tiga Tahun, PT Rembang Migas Energi Fokus Kembangkan Bisnis CNG

0
IMG-20260604-WA0005

REMBANG, JATENGNOW.COM – PT Rembang Migas Energi (RME) kembali aktif menjalankan usaha setelah lebih dari tiga tahun vakum. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang tersebut kini memulai babak baru dengan mengembangkan bisnis perdagangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai langkah awal transformasi perusahaan.

Momentum kebangkitan PT RME ditandai dengan peluncuran penggunaan CNG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorokandang, Kecamatan Lasem. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam membangun kembali kinerja usaha sekaligus memperluas pemanfaatan energi gas di Kabupaten Rembang.

Direktur PT RME, Rizal Wijaya, mengatakan perusahaan saat ini fokus mengembangkan pasar CNG meski memulai usaha dengan keterbatasan modal. Menurutnya, bisnis tersebut memiliki prospek menjanjikan dan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menargetkan sedikitnya 50 persen dari total SPPG yang ada di Kabupaten Rembang dapat menjadi pelanggan CNG PT RME dalam waktu dekat.

“Jika target tersebut tercapai, insya Allah dalam satu tahun ke depan PT RME sudah bisa memberikan deviden untuk daerah,” ujarnya.

Selain menyasar dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), PT RME juga akan memperluas jangkauan pasar ke sektor industri kecil dan menengah (IKM), hotel, restoran, hingga berbagai usaha kuliner lainnya.

Wakil Bupati Rembang menyambut positif langkah PT RME untuk kembali menjalankan usaha dan mengembangkan bisnis energi. Menurutnya, usaha CNG diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat agar BUMD dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, BUMD kok nggak ngasih deviden. Lhah ini mau jualan CNG,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Rembang berharap transformasi bisnis yang dilakukan PT RME dapat berjalan sesuai target sehingga perusahaan daerah tersebut tidak hanya kembali sehat secara bisnis, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Sebelumnya, produksi di sumur gas Krikilan (Randugunting) di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Rembang, telah lama berhenti beroperasi akibat penghentian pengelolaan dan pengecekan eksplorasi. Kondisi tersebut menyebabkan PT RME kehilangan potensi pendapatan daerah yang cukup besar dan membuat perusahaan tidak lagi beroperasi selama beberapa tahun terakhir. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *