Penemuan Mayat Bersimbah Darah di Persawahan Jepara, Ahli Forensik Ungkap Penyebab Kematian

0
IMG-20260604-WA0019

JEPARA, JATENGNOW.COM – Kasus penemuan mayat bersimbah darah di area persawahan Kabupaten Jepara akhirnya diungkap melalui konferensi pers resmi yang digelar di Mapolres Jepara, Rabu (3/6/2026).

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu subuh, 30 November 2025. Saat itu, saksi berinisial N terbangun untuk melaksanakan salat Subuh dan mendapati korban berinisial ARS sudah tidak berada di tempat tidur.

Bersama warga sekitar, saksi kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan rumput gajah Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

Korban ditemukan dengan sejumlah luka robek dan bersimbah darah.

Dokter Ahli Forensik, dr. Dian Novitasari, menjelaskan berdasarkan hasil autopsi, korban yang diperkirakan berusia 21 hingga 25 tahun dengan tinggi badan sekitar 175 sentimeter mengalami luka akibat senjata tajam.

“Sebab kematian adalah luka pada leher yang memutus pembuluh nadi leher kiri dan tenggorokan, mengakibatkan perdarahan hebat serta tanda mati lemas,” jelas dr. Dian dalam laporan forensiknya.

Selain luka di bagian leher, tim forensik juga menemukan luka iris pada bagian dada serta anggota gerak atas kiri korban.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa handphone milik korban dan dua bilah pisau.

Pisau pertama memiliki panjang sekitar 30 sentimeter dengan gagang dari pipa paralon, sedangkan pisau kedua berujung lancip dengan panjang sekitar 25 sentimeter dan bergagang plastik hitam.

Selain autopsi medis, penyidik juga melakukan autopsi psikologis dan pelacakan digital terhadap handphone korban sebagai bagian dari metode Scientific Crime Investigation.

Hasil analisis ilmiah tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai alat bukti pendukung penyelidikan. Polisi juga telah menyampaikan hasil autopsi dan pemeriksaan psikologi forensik kepada pihak keluarga korban.

Penyidik berharap masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait peristiwa tersebut dapat segera melapor agar dapat ditindaklanjuti sebagai alat bukti pendukung dalam proses penyelidikan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *