Transformasi Pendidikan Negeri di Solo Dimulai, Respati Kenalkan Program Khusus SMPN 24 dan 25
Transformasi Pendidikan Negeri di Solo Dimulai, Respati Kenalkan Program Khusus SMPN 24 dan 25 (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kota Surakarta mulai melakukan transformasi pendidikan negeri melalui Program Khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan negeri yang lebih berkualitas, kompetitif, terjangkau, dan mampu mencetak peserta didik berdaya saing tinggi.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan program khusus tersebut menjadi titik awal perubahan wajah pendidikan negeri di Kota Solo. Menurutnya, SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 yang sebelumnya kurang diminati kini mulai menunjukkan daya tarik baru di tengah masyarakat.
“Dulu sekolah ini mungkin hanya menjadi pilihan terakhir. Namun hari ini kondisinya mulai berubah. Antusiasme masyarakat luar biasa. Transformasi pendidikan negeri di Surakarta dimulai dari sini,” ujar Respati.
Program khusus tersebut dirancang sebagai sekolah persiapan bagi peserta didik yang memiliki potensi akademik, intelektual, serta karakter belajar yang kuat. Melalui program ini, siswa dipersiapkan untuk mampu bersaing di jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi maupun program unggulan.
Respati menjelaskan, para siswa nantinya disiapkan untuk memiliki peluang mengikuti berbagai program pendidikan unggulan seperti ASEAN Scholarship Singapore, Sekolah Garuda, hingga sekolah-sekolah unggulan lainnya di dalam Kota Solo melalui jalur khusus.
Proses seleksi peserta didik dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan nilai akademik. Seleksi juga mencakup Tes Potensi Akademik (TPA), tes IQ, psikometrik, tes ketahanan belajar, kesamaptaan, hingga wawancara bersama orang tua siswa.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Mereka adalah anak-anak istimewa dan memiliki potensi intelektual yang kuat,” kata Respati.
Saat ini kuota yang disediakan untuk Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta sebanyak 150 siswa, dengan masing-masing sekolah menerima 75 siswa.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 418 siswa mendaftar, terdiri dari 314 pendaftar dari dalam Kota Surakarta dan 104 pendaftar dari luar daerah.
Dari hasil seleksi, nilai Tes Kompetensi Akademik tertinggi mencapai 190 dengan rata-rata di atas 160 dari nilai maksimal 200. Sementara nilai IQ tertinggi mencapai 136 dengan rata-rata sekitar 112.
Respati menegaskan, program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu.
“Ada anak-anak dari keluarga desil satu, dua, dan tiga yang memiliki IQ luar biasa. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terjangkau tetapi tetap berkualitas. Pendidikan yang baik tidak selalu harus mahal,” tegasnya.
Menurutnya, tugas pemerintah adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik dan mampu berkembang sesuai potensinya. (jn02)
