NPC Indonesia Apresiasi Skema Anggaran Multiyears untuk Pelatnas, Dinilai Bantu Atlet Berprestasi

0
Rima Ferdianto

Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto (JatengNOW/Dok. NPCI)

SOLO, JATENGNOW.COM – National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) menyambut positif dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap penerapan skema anggaran multiyears atau multi-tahun untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Dukungan tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai menerima pemaparan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menilai skema anggaran multiyears menjadi langkah penting dalam mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, salah satu tantangan selama ini adalah terputusnya program pelatnas di awal tahun akibat sistem anggaran tahunan yang membuat proses latihan tidak berjalan optimal.

“Kita sangat mengapresiasi dukungan dari bapak Menpora Erick Thohir yang mendapat respons positif dari Presiden Prabowo. Salah satu kunci pembinaan jangka panjang adalah pelatnas yang tidak terputus,” kata Rima, Selasa (23/6/2026).

Rima menjelaskan, melalui skema pendanaan multiyears, tim pelatih akan lebih mudah menyusun program latihan secara penuh dalam satu tahun tanpa harus terganggu jeda anggaran.

Menurutnya, kontinuitas latihan sangat penting untuk menjaga performa atlet agar tetap berada di level terbaik.

“Dengan adanya pelatnas tanpa terputus, pelatih lebih mudah menyusun program agar atlet mencapai performa puncaknya. Jika pelatnas terhenti, tentu akan menyulitkan proses pengembalian performa atlet,” jelasnya.

NPC Indonesia berharap dukungan skema anggaran multiyears tersebut dapat diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres), sehingga menjadi payung hukum yang melengkapi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dalam DBON, pemerintah telah menetapkan sejumlah cabang olahraga prioritas dengan target ambisius membawa Indonesia menembus lima besar dunia di ajang Olimpiade dan Paralimpiade pada 2045.

“Kami berharap ada Perpres yang mengatur tata kelola anggaran multiyears, sehingga pembinaan jangka panjang bisa berjalan berkesinambungan dan target DBON semakin realistis untuk dicapai,” ujar Rima.

Sementara itu, Koordinator Pelatih Para Atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, juga menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, pelatih akan lebih leluasa menyusun program latihan tanpa harus terganggu jeda panjang.

Paralimpiade Los Angeles 2028 menjadi salah satu target utama bagi tim para atletik Indonesia, yang diharapkan mampu kembali menyumbang medali bagi kontingen Merah Putih. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *