Indonesia Juara Umum Para Atletik Tunisia, 29 Medali Jadi Modal Menuju Asian Para Games 2026

0
tim Indonesia

Indonesia Juara Umum Para Atletik Tunisia, 29 Medali Jadi Modal Menuju Asian Para Games 2026 (JatngNOW/Dok. NPCI)

SOLO, JATENGNOW.COM – Tim para atletik Indonesia mencatat prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara umum dalam ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia yang berlangsung pada 12–20 Juni 2026. Hasil ini menjadi modal penting dalam perburuan tiket menuju Asian Para Games 2026.

Indonesia mengoleksi total 29 medali, terdiri dari 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu. Raihan tersebut membuat Indonesia berbagi posisi puncak dengan Ukraina yang mengumpulkan jumlah medali serupa.

Di posisi ketiga, tuan rumah Tunisia membukukan 10 emas, 6 perak, dan 9 perunggu. Sementara itu, Uzbekistan menempati posisi keempat dengan 8 emas, 11 perak, dan 10 perunggu, disusul Rusia dengan 7 emas, 7 perak, dan 5 perunggu.

Salah satu andalan Indonesia, Saptoyogo Purnomo, kembali menunjukkan dominasinya dengan menyumbang tiga medali emas dari nomor 100 meter putra T37, 200 meter putra T37-T38, dan estafet universal 4×100 meter.

Tak kalah gemilang, Nanda Mei Sholihah juga memborong tiga emas dari nomor 100 meter putri T46-47, 200 meter putri T46-47, serta estafet universal 4×100 meter.

Sementara itu, Karisma Evi Tiarani turut menyumbang dua emas dari nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42,44,46,47.

Koordinator tim pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang berhasil membawa pulang 29 medali dari ajang internasional tersebut. Menurutnya, poin dari Tunisia sangat krusial dalam proses kualifikasi menuju Asian Para Games.

“Persaingan antarnegara, khususnya dari Asia, sangat ketat. Semua negara datang ke Tunisia untuk mengumpulkan poin kualifikasi menuju Asian Para Games 2026,” ujar Purwo, Selasa (23/6/2026).

Purwo menjelaskan, hingga saat ini belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos ke Asian Para Games karena penghitungan poin masih berlangsung hingga 31 Juli 2026.

Ia menambahkan, Indonesia masih akan mengikuti satu ajang internasional lagi di Meksiko pada akhir Juli mendatang untuk menambah poin.

“Target kami sebanyak mungkin atlet bisa lolos dan memperkuat Indonesia di Asian Para Games 2026. Kesempatan masih terbuka lewat kejuaraan di Meksiko,” jelasnya.

Salah satu peraih emas, Alfin Nomleni, mengaku bangga dengan hasil yang diraih di Tunisia. Ia sukses menjadi juara di nomor 400 meter putra T20.

“Awalnya saya sempat ragu karena lawan-lawan saya posturnya lebih tinggi. Tapi saya percaya diri dan akhirnya bisa membuktikan kemampuan saya,” kata Alfin.

Meski berhasil meraih emas dengan catatan waktu 48,82 detik, Alfin mengaku belum puas dan ingin terus memperbaiki performa demi mengamankan tiket ke Asian Para Games.

“Saya masih ingin memperbaiki catatan waktu. Target saya lolos ke Asian Para Games dan suatu saat bisa tampil di Paralimpiade,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ansyari yang meraih emas di nomor lempar lembing putra F41. Ia mengaku persaingan sangat berat, terutama menghadapi atlet dari Kuba.

“Saya ingin lebih baik lagi di event berikutnya. Target saya jelas, lolos ke Asian Para Games dan membawa pulang medali untuk Indonesia,” ujar Ansyari.

Setelah pulang dari Tunisia, para atlet kini kembali menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum bertolak ke Meksiko untuk melanjutkan perjuangan berburu poin. Asian Para Games 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober 2026. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *