Lokananta Rilis Bintang Muda Lokananta Vol. 2, Lima Musisi Muda Siap Rebut Tiga Besar dan Menembus Industri Nasional
SOLO, JATENGNOW.COM – Lokananta kembali membuktikan komitmennya sebagai rumah tumbuh bagi talenta musik muda Tanah Air melalui gelaran Release Party album kompilasi Bintang Muda Lokananta (BML) Volume 2 yang digelar di Taman Lingkar Lokananta, Sabtu (27/6/2026).
Acara ini menjadi puncak dari program pencarian bakat dan inkubasi musisi yang digagas Lokananta Records bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Danareksa.
Sebanyak lima finalis terbaik dari berbagai daerah berhasil lolos ke fase akhir dan kini bersaing memperebutkan posisi tiga besar BML Vol. 2. Mereka adalah Barmy Blokes (Solo), BeverlyLine (Semarang), Tuan Sendiri (Bandung), Drewgon (Maluku Tenggara), dan Gardenia (Banjarnegara).
Kelima musisi tersebut tampil membawakan karya orisinal mereka dalam panggung yang juga dimeriahkan band tamu Rebellion Rose dan The Melting Minds, disaksikan ratusan penikmat musik.
CEO Lokananta sekaligus inisiator BML, Wendi Putranto, mengatakan BML Vol. 2 mengalami peningkatan signifikan dibanding edisi pertama, terutama dari jumlah peserta.
“Tahun ini peserta naik cukup besar, dari 186 menjadi 250 peserta. Ini menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi dan kualitas yang makin beragam,” ujar Wendi.
Tak hanya meningkat secara kuantitas, persebaran peserta juga semakin luas. Jika sebelumnya didominasi Solo Raya dan Pulau Jawa, kini peserta datang dari berbagai daerah seperti Maluku Tenggara, Kalimantan, Manado, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Menurut Wendi, BML bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang inkubasi nyata bagi musisi muda untuk membangun karier berkelanjutan.
“Lewat album mini kompilasi ini, Lokananta memperkenalkan energi segar dari lima nama dengan karakter, cerita, dan keberanian musikal masing-masing. Ini bukan sekadar pesta, tapi penanda bahwa Lokananta terus bergerak sebagai ruang temu dan panggung tumbuh bagi generasi baru musik Indonesia,” katanya.
Para peserta dikurasi langsung oleh dewan juri yang terdiri dari Iksan Skuter, Yacko, dan Alby Moreno, dengan penilaian mencakup musikalitas, orisinalitas, kreativitas, performa panggung, serta kekuatan pesan dalam karya.
Dari 250 peserta, disaring menjadi 12 besar melalui audisi online, lalu dipilih lima finalis melalui live audition pada awal tahun.
Berbeda dari edisi sebelumnya yang merilis karya dalam format kaset pita, BML Vol. 2 kali ini menghadirkan rilisan fisik berupa piringan hitam (vinyl) edisi terbatas, sekaligus menjadi penghormatan terhadap sejarah Lokananta sebagai pabrik piringan hitam pertama di Indonesia.
Di sisi lain, Kepala Divisi Sekretariat Kepatuhan dan TJSL PPA, Swasti Kartikaningtyas, menegaskan bahwa revitalisasi Lokananta tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penciptaan nilai ekonomi kreatif.
“Program BML ini menjadi inkubator bisnis bagi musisi muda agar memiliki daya saing dan karier berkelanjutan. Sejak diluncurkan kembali pada 2023, Lokananta telah menggerakkan ekonomi kreatif sirkuler hingga Rp35 miliar,” ungkap Swasti.
Lokananta juga terus menjaga hubungan dengan alumni BML. Salah satu contoh sukses datang dari Manosman, finalis musim pertama, yang kini lagunya Sisa Senja telah meraih jutaan stream dan berhasil masuk program kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif.
Salah satu finalis asal Banjarnegara, Christoporus Adi Prasetyo dari Gardenia, mengaku pengalaman rekaman di Lokananta menjadi salah satu nilai terbesar dalam kompetisi ini.
“Yang paling penting itu jejaring. Bisa ketemu mentor, musisi, dan industri. Itu yang sangat penting untuk perjalanan band ke depan,” ujarnya.
Setelah release party ini, lima finalis BML Vol. 2 dijadwalkan menjalani tur promosi ke sejumlah kota besar di Indonesia sebagai bagian dari proses pengembangan pasar dan penguatan karier mereka di industri musik nasional. (jn02)
