80 Siswa Angkatan Pertama SNT 14 Jepara Ikuti MPLS di BBPMP Jateng

0
IMG-20260812-WA0016

JEPARA, JATENGNOW.COM – Sebanyak 80 siswa angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan MPLS program nasional tersebut berlangsung selama 11–17 Agustus 2026. Selain pembekalan akademik, para siswa juga mendapatkan materi yang berfokus pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta kesiapan mengikuti proses pendidikan di SNT.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti mengatakan, seluruh siswa yang mengikuti program tersebut telah melewati proses seleksi.

“Mereka lolos seleksi jalur prestasi,” ujar Nugraheni saat pelepasan siswa SNT 14 Jepara, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 80 siswa tersebut merupakan angkatan pertama SNT 14 Jepara. Mereka terdiri atas dua rombongan belajar (rombel) kelas VII SMP dengan total 40 siswa dan dua rombel kelas X SMA yang juga berjumlah 40 siswa.

Nugraheni menjelaskan, proses pembelajaran di SNT nantinya akan menggunakan sejumlah pendekatan kurikulum. Selain kurikulum nasional, pembelajaran juga mengadopsi pendekatan berbasis Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) serta kurikulum yang mengacu pada kearifan lokal.

Sementara itu, MPLS menjadi tahap awal untuk membangun karakter peserta didik sebelum mereka mengikuti pembelajaran secara penuh.

“Materi MPLS yang diberikan lebih kepada penguatan karakter,” jelasnya.

Menurut Nugraheni, Jepara dipilih menjadi salah satu daerah pengembangan SNT karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung program tersebut.

Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, yang nantinya digunakan untuk pembangunan SNT.

Selain kesiapan lahan, pemerintah daerah juga telah memenuhi berbagai kelengkapan administrasi dan dokumen yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut positif kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Jepara sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan SNT.

Ia menilai keberadaan SNT dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Jepara.

“Saya ikut bangga dalam rangka peningkatan SDM di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Kita dipercaya mendapatkan SNT, mudah-mudahan ini menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Jepara,” kata Witiarso.

Program SNT sendiri diperuntukkan bagi siswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi yang beragam atau lintas desil.

Untuk kuota peserta, sebanyak 95 persen dialokasikan bagi siswa asal Jepara. Sementara 5 persen lainnya diperuntukkan bagi siswa dari wilayah sekitar Jepara.

“Untuk kuota peserta, sebanyak 95 persen dialokasikan bagi siswa dari Jepara. Sementara 5 persen sisanya diperuntukkan bagi siswa dari wilayah sekitar Jepara,” papar Witiarso.

Ia berharap keberadaan SNT tidak hanya memberikan akses pendidikan berkualitas bagi para siswa berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM Jepara.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat proses pembelajaran, mengembangkan talenta peserta didik, membentuk karakter dan kepemimpinan, sekaligus memperkuat penjaminan mutu pendidikan.

Dengan dimulainya MPLS angkatan pertama, para siswa SNT 14 Jepara diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun fondasi pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi bagi Jepara dan Indonesia. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *