UNDP dan Pemkot Solo Luncurkan Program #SungaiLestari, Target Angkat 1.000 Ton Sampah dari Kali Premulung

0
IMG-20260710-WA0054

SOLO, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kota Surakarta bersama United Nations Development Programme (UNDP) dan Clean River resmi melakukan soft launching program #SungaiLestari di Pendapa Kecamatan Laweyan, Jumat (10/7/2026). Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk mengurangi pencemaran sampah di Kali Premulung sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi, mengatakan program tersebut difokuskan pada penanganan sampah di aliran Kali Premulung yang melintasi Kecamatan Laweyan hingga Serengan.

Menurutnya, selain membersihkan sampah yang telah masuk ke sungai, program ini juga menyasar pengurangan sampah rumah tangga dari kawasan sekitar agar tidak lagi berakhir di aliran sungai.

“Ini merupakan kolaborasi UNDP, Pemerintah Kota Surakarta, dan Clean River. Fokusnya menangani sampah sungai, khususnya di Kali Premulung. Sasarannya berada di Kecamatan Laweyan dan Serengan. Harapannya, selain menangani sampah sungai juga bisa mengurangi sampah rumah tangga di sekitar lokasi,” ujar Herwin.

DLH Surakarta menargetkan sebanyak 1.000 ton sampah dapat ditangani melalui program yang dijalankan di dua titik tersebut, mulai dari wilayah hulu hingga hilir Kali Premulung.

Untuk mendukung upaya itu, akan dipasang trash boom atau alat penahan sampah di sungai. Perangkat tersebut berfungsi mengumpulkan sekaligus mengukur volume sampah yang terbawa arus sehingga menjadi dasar penyusunan strategi edukasi kepada masyarakat.

Herwin menjelaskan, data yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk menyusun program sosialisasi yang lebih terarah guna mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami ingin mengetahui berapa banyak sampah yang sebenarnya dibuang ke sungai. Dari data itu nanti edukasi bisa dilakukan lebih terukur sehingga terjadi perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sungai yang bersih tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Menurutnya, kualitas air yang lebih baik dapat membantu menekan berbagai penyakit berbasis lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, sampah yang berhasil diangkat dari sungai tidak akan langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Seluruh sampah akan dipilah dan diolah oleh mitra pelaksana sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular.

Melalui skema tersebut, Pemkot Surakarta berharap mampu menambah sekitar 5 persen pengurangan sampah yang selama ini dikirim ke TPA Putri Cempo.

Herwin menegaskan pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan edukasi dibandingkan pemberian sanksi kepada masyarakat.

“Pengawas terbaik adalah masyarakat itu sendiri. Ketika kesadaran warga tumbuh, mereka akan saling mengingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai. Pendekatan seperti ini jauh lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, National Project Manager UNDP sekaligus Koordinator Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, Ahmad Bahri Rambe, menjelaskan Program #SungaiLestari merupakan inisiatif UNDP bersama Clean River yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah.

Program tersebut dilaksanakan di lima daerah, yakni Surakarta, Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah sungai di Indonesia.

“Kami berharap lima lokasi ini menjadi model bagi 514 kabupaten dan kota di Indonesia dalam menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Bahri.

Ia menjelaskan program tidak hanya berfokus pada pengangkatan sampah di sungai, tetapi juga mencegah sampah dari daratan masuk ke aliran sungai hingga bermuara ke laut.

Program yang direncanakan berlangsung hingga 2027 itu menerapkan pendekatan performance-based, di mana organisasi masyarakat sipil yang menjadi mitra akan dievaluasi berdasarkan capaian kinerjanya dan memperoleh insentif apabila berhasil memenuhi target.

Dalam implementasinya, UNDP akan menggandeng komunitas lingkungan, bank sampah, relawan, serta masyarakat setempat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi warga. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *