Kejar Target Imunisasi Anak 95 Persen, Kemenkes Gandeng DPR dan Dinkes Rembang Edukasi Masyarakat
Kejar Target Imunisasi Anak 95 Persen, Kemenkes Gandeng DPR dan Dinkes Rembang Edukasi Masyarakat (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Anggota Komisi IX DPR RI mengajak masyarakat menyukseskan program imunisasi anak sebagai upaya melindungi generasi muda dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Imunisasi dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, saat sosialisasi program imunisasi di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan warga itu merupakan bagian dari sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi bayi, balita, dan anak usia sekolah.
Gertrudis mengatakan pemerintah telah menyiapkan layanan imunisasi secara luas. Karena itu, keberhasilan program sangat bergantung pada peran aktif orang tua untuk membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pada prinsipnya program imunisasi bertujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan imunisasi dan tidak ada yang tertinggal. Pemerintah sudah menyiapkan layanan, sehingga yang dibutuhkan adalah peran orang tua untuk mengantarkan anak ke fasilitas pelayanan imunisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan imunisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga agar seluruh anak memperoleh hak yang sama atas perlindungan kesehatan.
Menurutnya, cakupan imunisasi di Provinsi Jawa Tengah tergolong tinggi dibandingkan daerah lain. Sementara itu, capaian di Kabupaten Rembang juga menunjukkan perkembangan positif karena telah melampaui 50 persen dari target.
“Capaian Kabupaten Rembang sudah lumayan bagus karena sudah di atas 50 persen. Namun target akhir tahun harus mencapai lebih dari 95 persen, sehingga masih perlu kerja sama semua pihak agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.
Gertrudis juga mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Ia mengimbau orang tua memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat, sudah makan, dan tidak sedang demam sebelum mengikuti imunisasi di sekolah.
“Nanti petugas akan datang ke sekolah-sekolah memberikan layanan imunisasi. Orang tua diminta menyiapkan anak sejak dari rumah agar bisa menerima imunisasi dengan baik,” jelasnya.
Selain kesiapan fisik, orang tua juga diminta memberikan dukungan psikologis kepada anak dengan tidak menakut-nakuti mereka mengenai suntikan sehingga proses imunisasi dapat berjalan lebih nyaman.
“Dukungan orang tua sangat penting, karena anak usia sekolah biasanya lebih sensitif secara psikologis. Persiapkan mereka dengan baik agar tidak takut saat mengikuti imunisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. M. Rehulina, mengatakan cakupan imunisasi di Kabupaten Rembang rata-rata telah mencapai lebih dari 50 persen.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya adanya orang tua yang menolak imunisasi karena khawatir terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan seperti demam, beredarnya informasi keliru mengenai kandungan vaksin, hingga persoalan keyakinan dan isu kehalalan vaksin.
Selain itu, petugas juga menghadapi tantangan dalam menjangkau Anak Tidak Sekolah (ATS) saat pelaksanaan program BIAS dan imunisasi HPV.
“Masih dijumpai sebagian orang tua yang enggan mengimunisasikan anaknya karena kekhawatiran reaksi simpang pasca-imunisasi (KIPI) ringan seperti demam, rumor negatif seputar bahan vaksin, atau faktor keyakinan tertentu. Penjangkauan anak yang tidak bersekolah juga membutuhkan kerja ekstra,” ungkapnya.
Rehulina menambahkan, proses pendataan juga menjadi tantangan karena banyak bayi memperoleh imunisasi di fasilitas kesehatan swasta maupun praktik mandiri dokter dan bidan yang pelaporannya belum seluruhnya terintegrasi dengan puskesmas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan target cakupan imunisasi lebih dari 95 persen di Kabupaten Rembang dapat tercapai hingga akhir 2026. (jn02)
