BPJS Kesehatan Kenalkan NADI JKN di Rembang, Peserta Mandiri Kini Bisa Menabung untuk Bayar Iuran

0
image

BPJS Kesehatan Kenalkan NADI JKN di Rembang, Peserta Mandiri Kini Bisa Menabung untuk Bayar Iuran (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk meningkatkan keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya melalui program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) yang diperkenalkan kepada masyarakat dalam Sosialisasi Program JKN di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Rabu (5/8/2026).

Program tersebut dirancang untuk membantu peserta JKN segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) agar dapat membayar iuran secara lebih terencana sesuai kemampuan finansial, sehingga status kepesertaan tetap aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, mengatakan NADI JKN hadir sebagai solusi bagi peserta mandiri yang memiliki penghasilan tidak tetap sehingga sering mengalami kendala saat harus membayar iuran secara penuh pada waktu jatuh tempo.

“Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Namun tingkat keaktifan peserta masih berada pada angka 80,25 persen,” ujar Nuzuludin.

Menurutnya, salah satu penyebab belum optimalnya tingkat keaktifan peserta adalah masih banyak peserta mandiri yang memiliki kemauan membayar iuran, tetapi kesulitan menyiapkan dana sekaligus karena pendapatan yang tidak menentu.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan NADI JKN yang memungkinkan peserta menyisihkan dana sedikit demi sedikit, baik setiap hari maupun setiap minggu, sesuai kemampuan masing-masing.

“Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, iuran JKN akan dibayarkan secara otomatis melalui mitra yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian peserta tidak perlu lagi menyiapkan seluruh nominal iuran sekaligus saat jatuh tempo,” jelasnya.

Ia menambahkan, layanan NADI JKN tersedia melalui skema digital maupun konvensional sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.

Selain menghadirkan inovasi pembayaran, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat layanan pengingat pembayaran iuran. Petugas secara rutin menghubungi peserta untuk mengingatkan jadwal pembayaran agar kepesertaan tetap aktif.

“Setiap hari, seorang petugas dapat menghubungi sekitar 300 peserta JKN sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran,” ungkap Nuzuludin.

Ia berharap semakin banyak peserta mandiri memanfaatkan Program NADI JKN sehingga pembayaran iuran menjadi lebih mudah, terencana, dan kepesertaan tetap aktif.

“Harapan kami, semakin banyak peserta mandiri yang memanfaatkan Program NADI JKN sehingga pembayaran iuran menjadi lebih terencana, kepesertaan tetap aktif, dan perlindungan kesehatan melalui Program JKN dapat terus dirasakan secara berkelanjutan. Dengan semakin banyak peserta yang aktif, semangat gotong royong dalam Program JKN juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan berharap masyarakat, khususnya peserta JKN segmen mandiri di Kabupaten Rembang, semakin memahami berbagai kemudahan pembayaran iuran sehingga keberlangsungan kepesertaan JKN dapat terus terjaga. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *