Ratusan Warga Rembang Ikuti Sosialisasi JKN, BPJS Ungkap Klaim Lampaui Total Iuran Peserta

0
image

Ratusan Warga Rembang Ikuti Sosialisasi JKN, BPJS Ungkap Klaim Lampaui Total Iuran Peserta (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengedukasi ratusan warga mengenai pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan sosialisasi di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 600 peserta tersebut menegaskan bahwa prinsip gotong royong menjadi fondasi utama keberlangsungan Program JKN agar masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menjelaskan Program JKN merupakan sistem jaminan sosial yang mengedepankan semangat saling membantu antarpeserta. Peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sedangkan peserta yang memiliki kemampuan ekonomi turut menopang peserta yang kurang mampu.

Menurutnya, manfaat Program JKN di Kabupaten Rembang terlihat dari besarnya biaya pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan BPJS Kesehatan dibandingkan dengan total iuran yang diterima.

“Selama satu tahun BPJS Kesehatan telah membayarkan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan wilayah Kabupaten Rembang sekitar Rp370 miliar. Sementara iuran yang diterima dari peserta di Kabupaten Rembang hanya sekitar Rp200 miliar,” ujar Nuzuludin.

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan bukan lembaga yang berorientasi pada keuntungan, melainkan penyelenggara jaminan sosial yang bertugas memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara jaminan sosial. Yang kami utamakan bukan untung atau rugi, tetapi memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan. Selisih antara biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan dengan iuran yang diterima menunjukkan bahwa Program JKN benar-benar hadir untuk masyarakat,” jelasnya.

Nuzuludin menambahkan, keberlangsungan Program JKN sangat bergantung pada keaktifan peserta dalam membayar iuran. Karena itu, masyarakat diimbau rutin membayar iuran agar status kepesertaan tetap aktif saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Prinsip gotong royong adalah kekuatan utama Program JKN. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengatakan Program JKN telah menjadi instrumen penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Ia menilai tingginya rasio klaim JKN di Kabupaten Rembang yang mencapai sekitar 92 persen menunjukkan bahwa dana yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar kembali dimanfaatkan untuk kepentingan peserta.

“BPJS Kesehatan bukan perusahaan asuransi yang berorientasi pada keuntungan. Program JKN merupakan program jaminan sosial yang dibangun untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Rasio klaim yang tinggi menunjukkan besarnya manfaat Program JKN yang kembali kepada peserta,” ujar Edy.

Ia juga mengingatkan adanya tantangan berupa inflasi biaya kesehatan yang terus meningkat sekitar 8 hingga 10 persen setiap tahun. Menurutnya, keberlanjutan Program JKN membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan hingga masyarakat.

“Keberlanjutan Program JKN menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat akan terus memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *