1.702 Kecelakaan Terjadi di Sukoharjo, Pelajar Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

0
image

1.702 Kecelakaan Terjadi di Sukoharjo, Pelajar Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas (JatengNOW/Dok)

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sukoharjo masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 1.702 kasus kecelakaan dengan 58 orang meninggal dunia dan 2.053 korban mengalami luka ringan.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai sekitar Rp1,48 miliar. Kalangan pelajar juga disebut menjadi salah satu kelompok yang banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Kondisi tersebut mendorong Polres Sukoharjo memperkuat edukasi keselamatan berkendara sejak usia sekolah. Hal itu disampaikan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat membuka Seminar Keselamatan Berlalu Lintas Polres Sukoharjo 2026 di Auditorium Menara Wijaya, Senin (24/8/2026).

Seminar mengangkat tema “Smart Mobility, Smart Technology: Membangun Pelajar yang Tertib Berlalu Lintas dan Beretika dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence” dan diikuti sekitar 500 pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Sukoharjo.

“Angka ini sangat memprihatinkan. Data menunjukkan rata-rata pelaku dan korban kecelakaan didominasi kalangan pelajar,” kata Anggaito.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sebagai bagian dari karakter pelajar. Kepatuhan menggunakan helm sesuai standar, melengkapi dokumen dan perlengkapan berkendara, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, menghindari knalpot tidak standar, serta tidak melawan arus bukan merupakan bentuk pembatasan kebebasan.

“Semua itu adalah bentuk penghargaan terhadap nyawa sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak pelajar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung keselamatan berlalu lintas.

Aplikasi navigasi, misalnya, dapat digunakan untuk membantu memilih rute yang lebih aman. Berbagai fitur keselamatan kendaraan juga perlu dimanfaatkan secara bijak.

Namun, menurut Anggaito, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan etika, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Jangan gunakan AI untuk membuat konten ugal-ugalan, menyebarkan hoaks kecelakaan, atau memprovokasi balap liar. Jadilah generasi yang menggunakan AI untuk membangun, bukan merusak,” pesannya.

Ia berharap peserta seminar tidak sekadar menjadi penerima materi. Para pelajar justru didorong menjadi pelopor keselamatan di sekolah dan lingkungan pergaulan.

“Sepulang dari seminar ini, adik-adik adalah duta keselamatan di sekolah masing-masing. Satu orang yang tertib bisa memengaruhi dan mengajak 10 orang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan generasi muda.

Menurut Eko, konsep smart mobility tidak hanya berkaitan dengan kendaraan canggih atau sistem transportasi modern. Konsep tersebut juga menyangkut perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi secara aman, tertib, efisien, bertanggung jawab, serta menghormati pengguna jalan lainnya.

“Kita harus mempersiapkan generasi muda, khususnya para pelajar Kabupaten Sukoharjo, yang bukan hanya smart secara teknologi, tetapi juga smart dalam bersikap dan mengambil keputusan,” katanya.

Eko menegaskan bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Setiap pengguna jalan tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya.

Ia kemudian menitipkan lima pesan kepada para pelajar.

Pertama, menjadi pengguna AI yang cerdas dengan memanfaatkannya untuk belajar, berkreasi, dan mencari solusi. Kedua, menjadi pengguna AI yang kritis dengan selalu memeriksa serta memverifikasi informasi.

Ketiga, menggunakan AI secara beretika dan tidak memanfaatkannya untuk kecurangan, menyebarkan hoaks maupun melakukan perundungan.

Keempat, menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab dengan mematuhi aturan keselamatan. Kelima, menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.

“Kalau melihat teman melakukan sesuatu yang berbahaya, jangan ikut-ikutan. Selalu berikan contoh yang baik di mana pun kalian berada,” pesannya.

Eko menambahkan, edukasi keselamatan lalu lintas merupakan investasi jangka panjang. Keselamatan generasi muda dinilai akan turut menentukan kualitas masyarakat Sukoharjo pada masa mendatang.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pakar transportasi sekaligus dosen UNS Ir. Budi Yulianto, S.T., MSc., Ph.D., Senopati Academy AKP Doohan Octa Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., Jasa Raharja Cabang Sukoharjo Arvian Riza Yudhawan, S.Sos., M.M., serta perwakilan Dinas Perhubungan Sukoharjo Cahyo Nugroho, A.Md.Tra.

Selain pemaparan materi dan sesi tanya jawab, kegiatan juga diisi penyerahan cinderamata kepada narasumber dan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan sejumlah sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sukoharjo berharap kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas semakin kuat. Teknologi diharapkan tidak hanya membuat generasi muda semakin cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang bijak, disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *