Jadi Saksi Perkembangan PROJEK-D, Barmy Blokes Bawa “Hajatan Resepsi” Bareng Catzy di VOL.5

0
IMG_4075

Aksi Panggung Barmy Blokes tampil dalam gelaran PROJEK-D VOL.4 (JatengNOW/Dok. Barmy Blokes)

SOLO, JATENGNOW.COM – Tiga tahun berturut-turut tampil di PROJEK-D membuat Barmy Blokes tak hanya menjadi bagian dari line-up festival, tetapi juga ikut menyaksikan bagaimana ruang kreatif tersebut terus berkembang.

Pada PROJEK-D VOL.5 yang digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, 5 September 2026 mendatang, band asal Solo itu datang dengan sesuatu yang berbeda. Barmy Blokes akan berkolaborasi dengan Catzy, band asal Pekalongan, dalam pertunjukan yang mereka sebut sebagai “hajatan resepsi” Barmy dan Catzy.

Gagasan kolaborasi tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan telah dibangun melalui karya musik sebelum akhirnya dibawa ke panggung festival.

Manager Barmy Blokes, Saifuddin, mengatakan kolaborasi dengan Catzy bermula dari keterlibatan Shofia, vokalis Catzy, dalam salah satu lagu album terbaru Barmy Blokes berjudul BLONG.

“Kolaborasi kami sudah dimulai di salah satu lagu album terbaru kami, ‘BLONG’, dengan judul Same. Kami mulai menggandeng Shofia, vokalis dari Catzy. Dari situ ternyata chemistry-nya cukup enak,” kata Saifuddin melalui pesan tertulis, Kamis (27/8/2026).

Chemistry tersebut kemudian membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dari rekaman menjadi pertunjukan langsung. Ketika kesempatan tampil bersama muncul di PROJEK-D VOL.5, Barmy Blokes dan Catzy memilih menjadikannya sebagai momentum untuk menghadirkan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

“Ketika kemudian ada kesempatan untuk membawa kolaborasi ini ke panggung Projek-D, kami rasa ini menjadi momentum yang menarik untuk mengembangkannya lebih jauh. Jadi bukan hanya kolaborasi antarvokalis, tapi untuk pertama kalinya Barmy Blokes dan Catzy akan tampil sebagai satu kesatuan di panggung Projek-D,” ujarnya.

Keduanya tetap mempertahankan karakter masing-masing, tetapi mencoba mempertemukannya dalam satu pertunjukan.

“Menjadi satu pertunjukan yang lebih eksplosif dan berbeda dari penampilan kami yang biasanya,” kata Saifuddin.

Siapkan “Ubo Rampe” Khusus

Untuk penampilan tersebut, Barmy Blokes mengaku menyiapkan sejumlah hal khusus. Namun band yang diisi oleh Wiki Setyawan (vokalis sekaligus gitaris), Chafidz Hidayat (gitaris), Ilham Zaki (bassis) dan Rafi Herliyanto (drum), masih merahasiakan detailnya hingga hari pertunjukan.

“Persiapannya tentu sangat berbeda. Kami cukup banyak mempersiapkan ubo rampe dalam menyajikan penampilan khusus untuk Projek-D tahun ini, tapi rasanya lebih seru kalau tidak kami bocorkan sekarang,” ujarnya.

Barmy Blokes justru memberikan satu petunjuk kepada penonton yang datang ke De Tjolomadoe.

“Pesan kami untuk penonton, jangan sampai melewatkan hajatan resepsi Barmy dan Catzy, yang hanya bisa disaksikan di tanggal 5 September mendatang,” kata Saifuddin.

Bagi mereka, pengalaman panjang ini membuat perubahan PROJEK-D terlihat secara langsung.

“Bagi kami Projek-D punya arti yang cukup spesial buat Barmy Blokes, karena tahun ini menjadi tahun ketiga kami tampil di Projek-D dalam tiga tahun terakhir. Jadi kami bisa melihat sendiri bagaimana Projek-D terus berkembang dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Jika sebelumnya PROJEK-D menghadirkan dua panggung, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi empat panggung. Menurut Saifuddin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ruang yang dibangun PROJEK-D semakin luas dan tidak hanya berorientasi pada pertunjukan musik.

“Menurut kami, teman-teman Projek-D memang tidak hanya memberikan ruang untuk musik, tapi juga mempertemukan berbagai bentuk kreativitas dalam satu festival,” ujarnya.

Ruang Kreatif Makin Beragam

Project Manager PROJEK-D VOL.5, Data Pratama (kiri) dan Project Director PROJEK-D VOL.5, Rumpoko Hadi dalam Media Gathering, Senin (24/8/2026) (JatengNOW/Dok)

Pandangan Barmy Blokes tersebut sejalan dengan konsep yang dibawa PROJEK-D VOL.5.

Project Director PROJEK-D VOL.5, Rumpoko Hadi, mengatakan penambahan panggung menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperluas ruang bagi pelaku kreatif.

“PROJEK-D tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Kami akan menghadirkan pengalaman baru dengan hadirnya empat panggung untuk memberi ruang untuk para musisi, pelaku kreatif, komunitas, dan UMKM,” ujar Rumpoko dalam Media Gathering, Senin (24/8/2026) lalu.

Selain panggung Maduswara dan Wirama, PROJEK-D VOL.5 menghadirkan panggung baru Sriwedari serta Guyonlaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo. Dengan format tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan pilihan pertunjukan musik lintas genre, tetapi juga komedi serta berbagai bentuk aktivitas kreatif lainnya.

Bagi Barmy Blokes, perkembangan skena musik Solo sendiri tidak semata-mata ditandai dengan bertambahnya jumlah band atau acara. Yang lebih penting adalah semakin beragamnya cara pelaku musik menciptakan ruang dan mengekspresikan karya.

“Menurut kami, yang menarik dari skena Solo sekarang mungkin bukan hanya semakin banyaknya band atau event, tapi semakin beragamnya cara teman-teman membuat ruang dan mengekspresikan dirinya,” kata Saifuddin.

Menurutnya, ruang tersebut juga perlu terbuka bagi berbagai karakter musik, termasuk karya yang eksperimental dan tidak selalu mudah diterima semua orang.

“Bagi Barmy, perkembangan skena juga berarti semakin terbukanya ruang untuk berbagai karakter, termasuk sesuatu yang mentah, berisik, aneh, atau mungkin kurang masuk akal bagi sebagian orang,” ujarnya.

Selama masih ada musisi yang berani membuat karya dan tersedia ruang untuk mempertemukannya dengan penonton, Saifuddin menilai skena musik akan terus hidup.

“Selama masih ada orang atau band yang berani membuat karya dan ada ruang untuk karya itu bertemu dengan penontonnya, skena pasti akan terus hidup,” katanya.

PROJEK-D Memperluas Ekosistem

Memasuki tahun kelima, PROJEK-D memang tidak hanya mengandalkan festival sebagai ruang pertunjukan.

Project Manager PROJEK-D VOL.5, Data Pratama, mengatakan dukungan terhadap ekosistem musisi lokal telah menjadi bagian dari perjalanan festival sejak 2023.

“Kami melihat setiap kami menyelenggarakan festival ini, perlu adanya dukungan terhadap ekosistem musisi di Jawa Tengah. Karena itu, PROJEK-D sejak tahun 2023 selalu hadir untuk memberi dorongan melalui diskusi-diskusi musik kepada musisi lokal,” kata Data.

Salah satu program tersebut adalah Kelas Musik yang kemudian dikembangkan melalui Kelas Musik x Dengar Kota. Program tersebut menyambangi sejumlah kota dan menghadirkan ruang diskusi mengenai perkembangan ekosistem musik bersama pelaku lokal.

Sementara di panggung festival, keberagaman tersebut diterjemahkan melalui empat panggung dan penampil dari berbagai genre. Di tengah perubahan itu, Barmy Blokes hadir sebagai salah satu band lokal yang konsisten mengawal perjalanan PROJEK-D dari tahun ke tahun.

Di luar PROJEK-D, perjalanan Barmy Blokes juga belum berhenti. Setelah festival, mereka tengah menyiapkan Gigs Eksplosif III serta sejumlah agenda lain, termasuk rencana pembuatan video musik bersama tokoh yang mereka kagumi dan kemungkinan screening sebagai bagian dari promosi album BLONG.

“Karena bagi kami, BLONG bukan cuma nama album. Ini cara kami menjalani hidup. Berisik, kacau, kadang kalah, namun tetap selalu jalan,” pungkas Saifuddin. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *