6.500 Eks Anggota JI Hadiri Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri Tekankan Reintegrasi dan Komitmen NKRI

0
DSC02344

SOLO, JATENGNOW.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Silaturahmi Akbar Garda Satya NKRI di Solo, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 6.500 eks anggota Jama’ah Islamiyah (JI) yang berasal dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Silaturahmi digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Garda Satya NKRI sendiri menjadi wadah bagi para mantan anggota JI dan dipimpin Ustaz Parawijayanto.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan reintegrasi sosial yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri setelah deklarasi pembubaran Jama’ah Islamiyah pada 30 Juni 2024.

Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, mengatakan program pembinaan tersebut dirancang secara berkelanjutan. Tujuannya memastikan mantan anggota JI dapat kembali berbaur dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Program ini dirancang berkelanjutan untuk memastikan seluruh eks Jemaah Islamiyah mendapatkan bimbingan agar dapat diterima kembali oleh masyarakat luas sekaligus meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI,” ujar Sentot di Solo, Minggu (30/8/2026).

Struktur JI di 28 Provinsi Dibubarkan

Densus 88 mencatat proses pembubaran struktur JI telah dilakukan di 28 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 7.942 eks anggota dan simpatisan disebut telah mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di sejumlah wilayah. Selain itu, Densus 88 melakukan assessment transformasi ideologi terhadap 1.611 responden yang tersebar di 11 wilayah strategis.

Assessment tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi para mantan anggota setelah organisasi JI menyatakan pembubaran.

Selain pembinaan ideologi, Polri juga mendorong aspek kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan.

Bersama kementerian, lembaga, dan sejumlah pemangku kepentingan, Polri telah menyelenggarakan 19 jenis pelatihan keterampilan. Program tersebut antara lain pelatihan teknisi AC, barista, content creator, digital marketing, juru sembelih halal, agribisnis, pertanian terpadu, hingga pendampingan UMKM.

Densus 88 Siapkan 15 Program Lanjutan

Untuk melanjutkan proses transformasi dan penguatan moderasi beragama, Densus 88 Antiteror Polri menyiapkan 15 program lanjutan.

Sejumlah program tersebut meliputi dialog internal transformasi ideologi, daurah transformasi di lebih dari 30 pondok pesantren, serta pendampingan pesantren yang melibatkan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Program lain mencakup kuliah diniyah mingguan serta pendampingan bagi istri dan anak eks anggota JI.

Densus 88 juga menyiapkan program kontra-narasi digital melalui Digital Counter-Narrative Lab. Selain itu, terdapat rencana penerbitan buku At-Tatharuff, buletin Jumat, dan podcast yang ditujukan sebagai media pembanding narasi.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Polda Jawa Tengah, Kementerian Agama, hingga organisasi keagamaan seperti PWNU Jawa Tengah dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Sentot menilai sinergi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan proses reintegrasi para mantan anggota JI.

“Melalui ruang dialog terbuka ini, kita menyaksikan kehadiran nyata negara. Kami berharap sinergi ini melahirkan langkah konkret dalam menghadapi dinamika ancaman kekerasan berbasis ekstremisme, sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi bangkitnya afiliasi kelompok ekstremis baru di Indonesia,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *