September 11, 2026

Usai Viral Halangi Wartawan, Guru MTsN 1 Rembang Akhirnya Minta Maaf

0
image

Usai Viral Halangi Wartawan, Guru MTsN 1 Rembang Akhirnya Minta Maaf (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Rembang akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah terjadi insiden penghalangan wartawan saat hendak meliput dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Permintaan maaf disampaikan secara terbuka melalui sebuah video pada Kamis (10/9/2026), sehari setelah insiden yang melibatkan wartawan Rajawali TV (RTV) dan Disway Jateng tersebut.

Sebelumnya, seorang guru perempuan MTsN 1 Rembang disebut menghalangi wartawan yang hendak melakukan peliputan. Guru tersebut juga meminta awak media menunjukkan surat tugas dan mempertanyakan legalitas peliputan karena tidak membawa undangan resmi dari pihak sekolah.

Guru MTsN 1 Rembang, Purwantini, kemudian memberikan klarifikasi sekaligus mengakui kekhilafannya.

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghambat wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Bu Purwan atau Bu Nini mohon maaf atas sikap kami yang kemarin. Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media untuk mencari informasi ya. Karena sikap kami yang kemarin itu, jadi mohon maaf sebesar-besarnya. Itu murni perbuatan saya dan saya sekali lagi mohon maaf kepada teman-teman media, terima kasih,” kata Purwantini saat memberikan klarifikasi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Purwantini memastikan situasi di lingkungan madrasah saat ini telah kembali kondusif.

Ia juga menyebut pihak sekolah telah menerima kedatangan wartawan dan memberikan informasi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa.

“Jadi kemarin kami sudah menerima tamu dari para wartawan dan media lainnya. Kami sudah memberikan informasi dan mengkonfirmasi adanya dugaan keracunan masalah MBG,” terangnya.

Menurutnya, aktivitas di madrasah juga telah berjalan normal. Para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Siswa-siswi sudah melaksanakan pembelajaran dengan baik, sudah melaksanakan kegiatan di MTs juga dengan baik. Semoga semuanya bisa sehat. Amin. Dan mohon doanya untuk semua MTsN 1 Rembang, kedepannya jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Minan, salah satu wartawan yang mengalami insiden tersebut, membenarkan bahwa dirinya bersama Ezra dari Disway Jateng sempat dihadang seorang guru ketika mengambil gambar di lingkungan MTsN 1 Rembang.

Menurut Minan, guru tersebut mempertanyakan keberadaan surat tugas. Ia kemudian menunjukkan kartu identitas sebagai wartawan, namun upaya tersebut masih belum membuat proses peliputan berjalan lancar.

Meski demikian, Minan menyatakan menerima permintaan maaf yang telah disampaikan pihak sekolah.

“Ya kami maafkan. Dengan adanya kejadian ini bisa menjadi evaluasi ke depan tentang keterbukaan informasi di institusi pendidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan adu mulut antara oknum guru dan wartawan di lingkungan MTsN 1 Rembang sempat beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, pihak sekolah sempat melarang wartawan melakukan peliputan dugaan keracunan MBG. Awak media juga disebut dituding melakukan kegiatan ilegal karena tidak membawa undangan resmi dari sekolah.

Situasi kemudian berubah setelah dilakukan mediasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang.

Sekitar satu jam setelah kejadian, wartawan akhirnya dapat meminta keterangan dari pihak sekolah terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa.

Permintaan maaf dari pihak madrasah tersebut sekaligus menjadi penutup sementara polemik terkait akses wartawan dalam melakukan peliputan di lingkungan MTsN 1 Rembang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *