25 Tahun Jadi Linmas, Kakek 60 Tahun Tetap Semangat Jaga Masyarakat
25 Tahun Jadi Linmas, Kakek 60 Tahun Tetap Semangat Jaga Masyarakat (JatengNOW/Dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Terik matahari tidak menyurutkan semangat ribuan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang mengikuti Apel Akbar Satlinmas di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).
Di antara ribuan peserta, terdapat para anggota Linmas yang telah puluhan tahun mengabdikan diri untuk membantu menjaga ketenteraman dan keamanan masyarakat.
Salah satunya Paryanto, anggota Linmas dari Ungaran Timur. Pria berusia 60 tahun itu mengaku telah menjadi bagian dari Linmas selama 25 tahun.
Meski usianya tidak lagi muda, Paryanto mengaku masih memiliki semangat untuk menjalankan tugas sebagai anggota Linmas. Baginya, menjadi Linmas bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama anggota.
“Jiwa saya masih semangat. Tidak ada jemunya, senang bisa ketemu dengan teman-teman. Di samping itu, juga terus bisa membantu masyarakat,” ujar Paryanto.
Bagi Paryanto, pengabdian selama seperempat abad tersebut justru membuat dirinya semakin memahami arti keberadaan Linmas di tengah masyarakat.
Kisah pengabdian lebih panjang datang dari Sukat, anggota Linmas Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Sukat mengaku telah bergabung dengan Linmas sejak 1972. Selama puluhan tahun menjalankan tugas, dia terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari membantu pengamanan hajatan hingga mendukung pelaksanaan pemilihan umum.
Pengabdian tersebut juga membuat Sukat mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas masa baktinya sebagai anggota Linmas.
“Tahun kemarin saya juga diberi penghargaan, karena sudah 35 tahun menjadi Linmas. Dikasih piagam dan sangu,” ungkap Sukat.
Dalam menjalankan tugas, Sukat juga pernah mengikuti pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.
Kasatpol PP Provinsi Jawa Tengah Tri Harso Widirahmanto mengatakan, jumlah personel Satlinmas di Jawa Tengah mencapai 243.543 orang yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Menurutnya, penguatan kapasitas anggota terus dilakukan melalui berbagai pelatihan. Materinya antara lain berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban umum, keterlibatan Linmas dalam Posyandu 6 SPM, penguatan forum komunikasi, hingga kemampuan melakukan deteksi dini terhadap potensi bencana.
Selain peningkatan kemampuan, Satpol PP Jateng juga mendorong pemerintah kabupaten/kota memberikan perhatian terhadap kesejahteraan anggota Linmas.
Salah satunya melalui kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan serta pemberian insentif sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah.
“Beberapa daerah seperti Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, telah memberikan insentif bagi para anggota Linmas,” kata Tri Harso.
Apel Akbar Satlinmas tersebut turut dihadiri Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Hadir pula jajaran Forkopimda Jawa Tengah, para bupati, serta pimpinan instansi terkait. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus Asosiasi Linmas se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menyebut Linmas sebagai kelompok relawan yang telah melewati perjalanan panjang sejarah Indonesia.
Menurutnya, cikal bakal Linmas telah ada sejak masa kolonial Belanda melalui Luchtbeschermingsdienst. Pada masa pendudukan Jepang, fungsi perlindungan masyarakat kemudian diperkuat melalui rukun tetangga atau Tonarigumi.
Setelah Indonesia merdeka, organisasi tersebut dikenal sebagai Pertahanan Sipil atau Hansip hingga kemudian berkembang menjadi Pelindung Masyarakat atau Linmas.
Saat ini, Linmas memiliki peran membantu pemerintah dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
“Linmas membaur dan merakyat serta strategis untuk menjaga keamanan dan persatuan Republik Indonesia. Jangan mudah terprovokasi. Sekarang ini banyak berita yang tidak jelas sumbernya. Hoaks, fitnah, ujaran kebencian, adu domba,” pungkas Aries.
Bagi anggota seperti Paryanto dan Sukat, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari pengabdian yang terus mereka jalani. Di tengah perubahan zaman, mereka tetap memilih berada di tengah masyarakat dan membantu ketika dibutuhkan. (jn02)
