HSN 2026, BAZNAS Jepara Berdayakan 200 Marbot dan Bagikan 186 Kacamata Gratis
HSN 2026, BAZNAS Jepara Berdayakan 200 Marbot dan Bagikan 186 Kacamata Gratis (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara untuk memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan bantuan pendidikan. Dua program yang diluncurkan yakni Marbot Berdaya untuk membantu pengurus masjid mengembangkan usaha serta pembagian 186 kacamata gratis bagi guru dan santri.
Program Marbot Berdaya resmi diluncurkan setelah pelaksanaan Apel Hari Santri di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Kamis (22/10/2026).
Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda atau yang akrab disapa Gus Huda, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan marbot melalui bantuan usaha produktif yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing penerima.
Pada tahap awal, sebanyak 200 marbot akan mendapatkan bantuan modal maupun sarana usaha. Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai.
“Sebelum bantuan disalurkan, para marbot terlebih dahulu melewati proses asesmen. Bantuan usaha produktif yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan keterampilan yang dimiliki masing-masing penerima,” ujar Gus Huda.
Bantuan yang disiapkan beragam, mulai dari peralatan katering, gerobak dan kontainer untuk berjualan, mesin bubut ayam, modal usaha, hingga kambing untuk dikembangkan sebagai usaha produktif.
Menurut Gus Huda, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Jepara memiliki sekitar 1.170 masjid. BAZNAS menargetkan program pemberdayaan tersebut dapat menjangkau marbot di seluruh masjid secara bertahap.
Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Masjid calon penerima program harus terdaftar secara resmi di Kementerian Agama (Kemenag) dan telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
“Selama ini bangunan fisik masjid-masjid di Jepara sudah megah dan indah. Langkah selanjutnya adalah pemberdayaan sumber daya manusianya, yaitu menggarap potensi ekonomi marbot dan para jemaahnya agar lebih berdaya,” tegasnya.
Manfaat program tersebut mulai dirasakan penerima bantuan, salah satunya Achmad Chusni Mubarok, marbot Masjid Al-Ridho di Kelurahan Jobokuto. Setelah mengabdi selama 10 tahun, pria yang memiliki dua anak itu mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha konter seluler yang dirintisnya.
Chusni mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan BAZNAS Jepara. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu usahanya tumbuh sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Terima kasih banyak kami sampaikan kepada BAZNAS Jepara. Semoga usaha saya bisa semakin berkembang ke depannya. Kami juga mendoakan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS agar rezekinya semakin berlimpah dan berkah,” tutur Chusni.
Selain pemberdayaan ekonomi marbot, BAZNAS Jepara juga menyalurkan bantuan 186 kacamata gratis kepada guru dan santri yang mengalami gangguan penglihatan.
Para penerima bantuan tersebut berasal dari lingkungan pendidikan yang berada di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jepara.
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar dan mengajar, terutama bagi penerima yang membutuhkan alat bantu penglihatan untuk membaca serta mengikuti kegiatan pendidikan.
Salah satu penerima, Muhammad Ulil Absor, santri asal Kabupaten Batang yang tinggal di Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Saripan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut.
“Bantuan kacamata ini sangat berarti bagi saya. Kegiatan mengaji dan belajar di pondok pesantren tentu akan menjadi jauh lebih mudah dan lancar,” ungkapnya.
Melalui kedua program tersebut, BAZNAS Jepara memanfaatkan momentum HSN 2026 untuk menghadirkan dukungan dalam dua bidang sekaligus, yakni penguatan ekonomi marbot dan pemenuhan kebutuhan alat bantu penglihatan bagi guru serta santri. (jn02)
