Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Cath Lab RSUD Rembang, Sudah Layani 111 Pasien Diagnostik Jantung

0
image

Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Cath Lab RSUD Rembang, Sudah Layani 111 Pasien Diagnostik Jantung (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengapresiasi pengembangan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Sejak mulai beroperasi pada Juni 2026, fasilitas tersebut telah menangani 111 layanan diagnostik dan 95 tindakan pemasangan stent pada pembuluh darah jantung.

Apresiasi itu disampaikan Prihati saat mengunjungi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Kamis (29/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau ruang tindakan Cath Lab serta melihat pelayanan pasien di sejumlah ruang rawat inap.

Prihati menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pelayanan intervensi jantung berjalan sesuai pedoman dan standar yang berlaku. Langkah ini juga ditujukan untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kedatangan kami untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan jantung, khususnya penggunaan alat canggih kateterisasi jantung. Rumah sakit ini sudah melakukan instalasi alat tersebut dengan pembiayaan APBD. Kami mengapresiasi dukungan ini,” ujarnya.

Menurut Prihati, pengadaan peralatan kateterisasi jantung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat fasilitas kesehatan. Meski demikian, pelaksanaan layanan intervensi jantung tetap harus mengikuti standar medis dan prosedur yang ditetapkan.

Sebelum layanan beroperasi, sejumlah pemangku kepentingan telah menyepakati kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Pihak yang terlibat antara lain Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, serta tenaga medis spesialis terkait.

“Semua pihak berkumpul dan menandatangani kesepakatan untuk memberikan pelayanan sesuai pedoman yang berlaku. Jangan ada yang dilonggarkan dan jangan ada tahapan yang diloncati. Dengan mengikuti pedoman yang benar, pelayanan BPJS, khususnya intervensi jantung, akan semakin berkualitas, sesuai kebutuhan pasien, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Cath Lab perluas akses penanganan penyakit jantung

Prihati menilai keberadaan Cath Lab di Rembang penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. Terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan medis segera sesuai indikasi.

“Layanan ini membantu menyelamatkan nyawa peserta BPJS, khususnya masyarakat Rembang yang mengalami serangan jantung. Terutama mereka yang masih berada pada usia produktif. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan yang cepat dan tepat tidak hanya berpengaruh terhadap keselamatan pasien, tetapi juga kehidupan keluarga. Kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi rumah tangga.

Atas pengembangan layanan tersebut, Prihati turut mengapresiasi Bupati Rembang Harno beserta jajaran pemerintah daerah yang mendukung peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. R. Soetrasno.

Harno menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan evaluasi yang dilakukan BPJS Kesehatan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peningkatan mutu layanan sekaligus membuka peluang perluasan cakupan pelayanan yang dijamin BPJS sesuai ketentuan.

“Terima kasih atas kunjungan dan monitoringnya. Kami berharap Rembang bisa semakin baik, terutama untuk beberapa layanan yang belum bisa masuk dalam kategori yang ditanggung BPJS, seperti layanan saraf, BSA, dan lainnya. Mudah-mudahan hal ini bisa dipikirkan agar dapat ditanggung BPJS sehingga mengurangi beban masyarakat,” ujar Harno.

Menurut Harno, pengembangan layanan jantung menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan RSUD dr. R. Soetrasno dalam menangani kebutuhan medis masyarakat. Sebelumnya, pasien dengan kondisi jantung tertentu harus dirujuk ke daerah lain, termasuk Kudus.

Dengan tersedianya Cath Lab, sebagian tindakan kini dapat dilakukan di Rembang, menyesuaikan indikasi medis dan kemampuan rumah sakit. Keberadaan fasilitas ini juga berpotensi memperkuat pelayanan bagi masyarakat dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Blora dan kawasan Cepu.

Pemerintah Kabupaten Rembang berharap pengembangan fasilitas kesehatan tersebut dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan. Peningkatan akses itu tetap harus disertai kepatuhan terhadap standar medis dan pengutamaan keselamatan pasien. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *