Generasi Muda Surakarta Diajak Jadi Pelopor Kerukunan, Bukan Penyebar Kebencian
SOLO, JATENGNOW.COM – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda menjaga kerukunan di tengah keberagaman dengan membangun persahabatan lintas agama serta menggunakan media sosial secara bijak.
Pesan tersebut disampaikan Astrid dalam Talkshow Toleransi bertajuk “Generasi Muda Surakarta Bertoleransi #2” di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Rabu (28/10/2026) malam.
Kegiatan yang digelar Generus LDII Surakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta, Kementerian Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta itu mengangkat tema “Berbeda dalam Keyakinan, Bersatu dalam Harmoni, Merawat Kerukunan dari Solo untuk Indonesia”.
Talkshow tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi anak muda dari berbagai latar belakang untuk memperkuat komunikasi, persaudaraan, dan pemahaman terhadap keberagaman.
Astrid menegaskan, perbedaan agama, suku, budaya, maupun tradisi bukan alasan untuk membatasi pergaulan dan kerja sama. Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi landasan untuk saling mengenal, menghormati, dan peduli terhadap sesama.
“Kita tidak harus menjadi sama untuk bisa hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama,” terang Astrid.
Mantan Rektor Universitas Surakarta (UNSA) itu juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan mengenal sebelum menilai serta mendengarkan sebelum menghakimi. Menurutnya, sikap tersebut dapat mencegah prasangka yang berpotensi memicu perselisihan di tengah masyarakat.
Perhatian khusus juga disampaikan Astrid terkait penggunaan media sosial. Ia meminta generasi muda tidak menjadikan ruang digital sebagai tempat menyebarkan konten yang merendahkan agama, suku, maupun identitas kelompok lain.
Media sosial, lanjutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas komunikasi dan membangun hubungan positif. Nilai toleransi juga perlu diwujudkan melalui kegiatan sosial, aksi kemanusiaan, pelestarian budaya, serta aktivitas bersama tanpa membedakan latar belakang.
Moderator kegiatan, Muhammad Zain, mengatakan talkshow tersebut bertujuan mempersiapkan generasi penerus agar mampu menjaga kerukunan sekaligus melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Sebanyak 500 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa dan pemuda lintas agama, meliputi Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu.
Zain menjelaskan, jumlah peserta sengaja dibatasi meskipun minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan cukup tinggi. Ia berharap forum serupa dapat kembali diselenggarakan sehingga lebih banyak anak muda memperoleh kesempatan membangun komunikasi lintas agama.
“Generos adalah generasi penerus. Kami berharap para generasi ini menerima tongkat estafet, melanjutkan perjuangan para pendahulu, dan memahami betul toleransi antaragama maupun sesama agama,” kata Zain.
Zain yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menilai komunikasi antarpemuda lintas agama menjadi salah satu kunci dalam merawat kerukunan. Hubungan yang terjalin baik diharapkan membuat generasi muda dapat saling membantu ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.
Ia berharap anak muda tidak berhenti pada pemahaman toleransi secara teori, tetapi turut mengambil peran sebagai pelopor yang mampu menawarkan solusi ketika terjadi kesalahpahaman maupun konflik sosial.
Talkshow tersebut turut dihadiri Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ketua DPD LDII Kota Surakarta, Ketua BAGKS, serta Ketua FKUB Kota Surakarta. (jn02)
