Antisipasi Longsor Saat Musim Hujan, Bronjong 150 Meter Dibangun di Sungai Pedes Brebes
Antisipasi Longsor Saat Musim Hujan, Bronjong 150 Meter Dibangun di Sungai Pedes Brebes (JatengNOW/Dok)
BREBES, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan tebing Sungai Pedes di Kabupaten Brebes melalui pembangunan bronjong untuk mengurangi risiko longsor saat musim hujan. Infrastruktur pengaman tersebut diharapkan dapat melindungi kawasan sekitar, termasuk permukiman warga, jalan raya, dan jalur kereta api yang berada tidak jauh dari sungai.
Pengawas lapangan, Wahyudiyanto, mengatakan pembangunan bronjong dilakukan karena tebing Sungai Pedes kerap mengalami longsor akibat gerusan arus dan hantaman material batu saat banjir.
“Kalau kita lihat, hampir setiap hari terjadi longsoran. Dengan adanya bronjong ini, longsoran bisa tertahan, sehingga tidak langsung menggerus tebing sungai,” katanya saat ditemui di lokasi proyek, Senin (19/10/2026).
Menurut Wahyudiyanto, kondisi tebing yang terus tergerus menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan jalur transportasi. Karena itu, penanganan dilakukan untuk memperkuat tebing sekaligus mengurangi dampak aliran sungai ketika debit air meningkat.
Bronjong yang dibangun memiliki panjang sekitar 150 meter dengan penanganan di sisi kanan dan kiri sungai. Ketinggiannya mencapai sekitar 5,5 meter, sedangkan pada bagian ujung dibuat hingga sekitar tujuh meter untuk mengantisipasi potensi banjir.
Selain bronjong, proyek tersebut dilengkapi sembilan krib atau bangunan pengarah arus. Struktur ini berfungsi membantu mengendalikan aliran dan mengurangi hantaman material batu agar tidak langsung mengenai bronjong maupun tebing sungai.
Penanganan juga mencakup pelurusan alur sungai yang sebelumnya berbelok. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan arus terhadap sisi kanan dan kiri sungai yang berpotensi memperparah penggerusan.
Wahyudiyanto menyebut pekerjaan pembangunan bronjong telah selesai. Sementara itu, progres keseluruhan proyek mencapai sekitar 97 persen.
Pekerjaan yang masih tersisa meliputi penyelesaian bagian penutup bronjong dan penataan alur sungai. Proyek ditargetkan rampung dalam pekan tersebut.
Percepatan penyelesaian menjadi penting karena pekerjaan berlangsung di aliran sungai yang debit airnya berpotensi meningkat saat hujan. Kondisi cuaca dan derasnya arus dapat menyulitkan pengerjaan apabila proyek belum selesai.
“Kalau sudah musim hujan, pekerjaan di sungai seperti ini akan lebih sulit. Makanya, kemarin kami terus mendorong kontraktor, supaya pekerjaan bisa segera diselesaikan,” ungkapnya.
Pembangunan bronjong tersebut disambut positif warga yang tinggal di sekitar Sungai Pedes. Umayah, warga Desa Tanjung, Kecamatan Karangjati, Brebes, mengaku bersyukur karena sebelumnya khawatir terhadap ancaman longsor di dekat rumahnya.
“Alhamdulillah, senang banget. Rumah saya dekat sungai, jadi takut kalau terjadi longsor,” kata Umayah.
Ia menceritakan, material batu berukuran besar yang terbawa arus sungai pernah menyebabkan kerusakan pada bagian tebing. Kondisi itu membuat warga semakin waspada, terlebih jalan raya dan jalur kereta api berada tidak jauh dari lokasi.
Dengan adanya bronjong, Umayah berharap tebing sungai menjadi lebih kuat sehingga risiko longsor yang mengancam permukiman maupun akses transportasi dapat dikurangi.
Pembangunan pengaman tebing Sungai Pedes menjadi salah satu upaya penanganan infrastruktur di wilayah rawan longsor. Penyelesaian proyek diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kawasan sekitar ketika curah hujan dan debit sungai meningkat. (jn02)
