ATI Jateng Bidik Kalipepe Land Jadi Lokasi Kejuaraan Tinju Rutin
SOLO, JATENGNOW.COM – Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah berencana menggelar kejuaraan tinju secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet potensial. Salah satu lokasi yang dibidik untuk penyelenggaraan event berikutnya adalah Kalipepe Land di wilayah Boyolali-Karanganyar.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, usai sukses menggelar Kejuaraan Tinju Profesional Perebutan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah dan Sabuk Emas ATI di Hotel Sahid Jaya Solo, Sabtu (4/7/2026) malam.
Menurut Asri, tingginya antusiasme masyarakat terhadap kejuaraan tersebut menjadi motivasi bagi ATI Jateng untuk terus menghadirkan kompetisi tinju secara berkelanjutan.
“Malam ini kami mengadakan event Perebutan Sabuk Emas Gubernur dan Sabuk Emas ATI. Kami ingin olahraga tinju yang sempat tenggelam bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Asri menyebut keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, yang menjadi salah satu sponsor utama kegiatan.
“Kami mendapatkan dukungan sponsor yang sangat luar biasa dari Bapak Puspo Wardoyo. Walaupun bergerak di bidang kuliner, kepeduliannya terhadap olahraga tinju sangat besar. Ini juga sejalan dengan arahan Bapak Gubernur,” katanya.
Selain dukungan sponsor, ATI Jateng juga menggandeng berbagai pihak seperti Pertina Solo, KONI, Bank Jateng, hingga manajemen Hotel Sahid Jaya dalam menyukseskan kejuaraan tersebut.
Melihat respons positif masyarakat, ATI Jateng kini tengah menyiapkan agenda kompetisi rutin setiap tiga bulan sekali.
Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi arena pertandingan berikutnya adalah Kalipepe Land. Asri mengaku akan mengajukan proposal kepada Puspo Wardoyo agar kawasan wisata tersebut dapat menjadi tuan rumah kejuaraan tinju mendatang.
“Kami berencana mengajukan proposal kepada beliau. Harapannya event berikutnya bisa digelar di Kalipepe Land untuk mencari bibit-bibit baru atlet tinju Jawa Tengah,” jelasnya.
Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi petinju profesional, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi atlet amatir agar memiliki jalur menuju level profesional.
“Setelah melewati jenjang amatir, ATI Jateng siap menampung mereka ke level profesional. Kami ingin melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga go international,” pungkasnya. (jn02)
