Banyak Keluhan Data Desil DTSEN Tak Sesuai, Menko Muhaimin Minta Kemensos-BPS Gerak Cepat
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (JatengNOW/Kevin Rama)
SOLO, JATENGNOW.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar merespons keluhan masyarakat terkait perbedaan data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Keluhan tersebut muncul karena terdapat masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan hasil pemeringkatan desil dalam DTSEN. Padahal, data desil digunakan sebagai salah satu dasar agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Muhaimin mengatakan data desil memang membutuhkan pemutakhiran secara berkala. Hal itu diperlukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
“Desil itu digunakan untuk agar bantuan itu tepat sasaran. Tentu dalam rangka tepat sasaran butuh upgrade, update, update terus-menerus,” ujar Muhaimin saat ditemui di Solo, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, adanya dinamika maupun ketidaksesuaian data yang ditemukan masyarakat merupakan bagian dari proses pemutakhiran data agar semakin akurat.
Karena itu, Muhaimin meminta Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) lebih agresif melakukan pembaruan data di lapangan.
“Kalau ada dinamika hari ini, ini bagian dari proses pendataan yang tepat. Saya minta Kemensos dan BPS terus turun untuk mengatasi updating secara lebih agresif,” tegasnya.
Terkait waktu penyelesaian sinkronisasi data, Muhaimin meminta proses tersebut dilakukan secepatnya.
“Secepatnya, secepatnya,” jawabnya ketika ditanya target sinkronisasi data DTSEN.
Ia memastikan Kemensos dan BPS akan bergerak untuk menindaklanjuti persoalan yang muncul di masyarakat.
“Kemensos akan bergerak cepat, BPS akan berjalan,” pungkasnya.
Pemutakhiran data tersebut menjadi penting agar penggunaan data desil sebagai dasar penyaluran bantuan maupun program pengentasan kemiskinan dapat semakin sesuai dengan kondisi riil masyarakat. (jn02)
