Diguyur Hujan Deras, Ribuan Warga Tetap Padati Tradisi Perang Obor Tegalsambi Jepara
Diguyur Hujan Deras, Ribuan Warga Tetap Padati Tradisi Perang Obor Tegalsambi Jepara (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Tradisi budaya Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara kembali digelar meriah pada Senin (25/6/2026) malam.
Sejak pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, ribuan warga dan wisatawan memadati jalan-jalan desa untuk menyaksikan atraksi budaya khas yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Meski hujan deras mengguyur kawasan Tegalsambi, antusiasme masyarakat tidak surut. Pengunjung tetap bertahan demi menikmati kemeriahan tradisi budaya yang menjadi ikon wisata Jepara itu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Bupati Jepara Witiarso Utomo juga hadir didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran Forkopimda Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan Perang Obor tahun ini berlangsung aman, tertib, dan semakin meriah.
“Alhamdulillah malam ini berlangsung meriah. Kami ingin tahun depan lebih semarak lagi,” ujar Witiarso.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai Tradisi Perang Obor memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Tengah.
“Tegalsambi menjadi destinasi wisata desa yang diangkat salah satunya yakni Perang Obor. Ini potensi wisatanya tinggi. Banyak wisatawan dari luar kota yang datang,” tuturnya.
Salah seorang wisatawan asal Semarang, Rina Putri, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung tradisi unik tersebut.
Ia mengaku kagum dengan semangat masyarakat yang tetap memeriahkan acara meski cuaca diguyur hujan deras.
“Walaupun hujan deras, acaranya tetap ramai dan seru. Saya baru pertama kali melihat langsung Perang Obor dan ternyata sangat luar biasa. Tradisinya unik dan suasananya sangat meriah,” katanya.
Tradisi Perang Obor sendiri merupakan ritual turun-temurun masyarakat Desa Tegalsambi yang digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan.
Selain menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi, Perang Obor kini juga berkembang menjadi magnet wisata budaya yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. (jn02)
