Edy Wuryanto Minta Warga Rembang Pastikan BPJS Kesehatan Tetap Aktif
Edy Wuryanto Minta Warga Rembang Pastikan BPJS Kesehatan Tetap Aktif (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rembang meraih status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai sekitar 99 persen dari total penduduk.
Menurut Edy, capaian tersebut bukanlah hal yang mudah dan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.
“Capaian ini patut kita apresiasi. Meskipun transfer ke daerah (TKD) mengalami penurunan, pemerintah daerah masih mengalokasikan anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah bagi masyarakat miskin,” ujar Edy saat sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Rembang.
Ia menilai kebijakan tersebut memastikan masyarakat miskin tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.
Selain mengapresiasi pemerintah daerah, Edy juga mengajak masyarakat untuk secara rutin memeriksa status kepesertaan BPJS Kesehatan masing-masing agar tetap aktif.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak mendapatkan layanan kesehatan akibat kepesertaan yang tidak aktif.
“Jangan sampai masyarakat miskin yang sedang sakit justru harus membayar sendiri karena status BPJS-nya tidak aktif atau tidak lagi terdaftar sebagai peserta PBI. Kalau menemukan kondisi seperti itu, segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi IX DPR RI, khususnya Edy Wuryanto, dalam menyosialisasikan Program JKN kepada masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi tersebut turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan serta memanfaatkan layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
“Masyarakat kami imbau membiasakan olahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup. Dengan pola hidup sehat, penyakit degeneratif seperti gagal ginjal dan penyakit jantung dapat dicegah sehingga pembiayaan JKN juga menjadi lebih efektif,” kata Nuzuludin.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya aktif sebagai peserta JKN, tetapi juga semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan agar kualitas hidup meningkat dan pembiayaan layanan kesehatan dapat lebih berkelanjutan. (jn02)
