FBI Apresiasi Ditressiber Polda Jateng Usai Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara

0
WhatsApp Image 2026-10-15 at 05.06.31

FBI Apresiasi Ditressiber Polda Jateng Usai Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI) atas keberhasilan mengungkap kasus penipuan daring lintas negara dengan modus pig butchering scam.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi delegasi FBI dan Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng, Rabu (14/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Son Nguyen selaku Acting FBI Legat Attaché for Indonesia and Timor-Leste menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kapolda Jateng dan Ditressiber Polda Jateng. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas penanganan kasus penipuan digital yang menyasar korban di sejumlah negara.

Kapolda Jateng menyampaikan bahwa kolaborasi internasional menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks. Pasalnya, tindak pidana di ruang digital dapat melibatkan pelaku, korban, hingga aliran dana yang berada di negara berbeda.

Pengungkapan kasus ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga penegak hukum untuk menelusuri aktivitas digital, mengidentifikasi jaringan pelaku, serta mendukung proses penegakan hukum dalam perkara lintas negara.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, apresiasi dari FBI menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan penyidikan.

“Penghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pengungkapan perkara pig butchering scam. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,” ujar Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, Ditressiber Polda Jateng akan terus memperkuat kemampuan penyidik, terutama dalam menelusuri jejak digital, menganalisis bukti elektronik, membongkar jaringan pelaku, serta menangani perkara yang berkaitan dengan teknologi dan transaksi keuangan digital.

Menurut Wahyu, keberhasilan mengungkap perkara tidak hanya menjadi capaian penyidik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan siber.

Selain memberikan apresiasi, FBI juga mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan di Bali pada November 2026.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam menangani kejahatan siber lintas negara.

“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Rob Nelson selaku Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime, Tomika Patterson selaku Resident Legat Advisor OPDAT, Cut Yunita dan Ranita Agustina sebagai staf lokal, serta sejumlah pejabat utama Polda Jateng.

Polda Jateng berharap kemitraan dengan FBI dan OPDAT dapat terus diperkuat melalui koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas penyidik, serta dukungan keahlian dalam penanganan kasus siber.

Wahyu menegaskan, jajarannya akan terus meningkatkan kemampuan personel dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital.

“Kejahatan siber dapat menyasar siapa saja dan menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan penyidik, memperkuat kerja sama dengan mitra penegak hukum, serta mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam mengungkap kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan daring,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *