Festival Jondang Kawak Jepara Angkat Tradisi Lamaran Jadi Atraksi Budaya

0
IMG-20260424-WA0021

JEPARA, JATENGNOW.COM – Masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara menggelar Festival Jondang pada Kamis (23/4/2026). Tradisi yang awalnya merupakan bagian dari prosesi lamaran pernikahan itu kini dikemas menjadi sebuah festival budaya yang menarik perhatian warga.

Festival yang dikenal dengan sebutan Jondang Kawak atau “Jodone Ngandang” ini berlangsung meriah. Ribuan warga dari 21 RT tumpah ruah di Balai Desa Kawak dengan membawa dua hingga tiga jondang berisi hasil bumi.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, bersama Camat Pakisaji Mujoko dan Petinggi Desa Kawak Eko Heri Purwanto.

Ali Hidayat menyampaikan bahwa Festival Jondang memiliki potensi besar untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

“Sudah ada 15 Objek Pemajuan Kebudayaan di Jepara yang ditetapkan sebagai WBTB. Tahun ini kita akan usulkan enam lagi, dan tahun depan Tradisi Jondang ini bisa menyusul,” ujarnya.

Jondang sendiri merupakan tradisi lama berupa hantaran lamaran yang digunakan masyarakat sebagai alat bantu membawa barang, baik untuk keperluan lamaran, pindahan, maupun kegiatan lainnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Kawak Eko Heri Purwanto menjelaskan bahwa Festival Jondang tahun ini mengusung tema ketahanan pangan. Selain sebagai pelestarian budaya, festival ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen.

“Festival ini menjadi ajang pelestarian agar jondang tetap dikenal generasi penerus, sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang telah diberikan,” jelasnya.

Festival Jondang diharapkan tidak hanya menjaga tradisi lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *