Foto Dimanipulasi Jadi Konten Pornografi AI, Mahasiswi di Solo Laporkan Dugaan Pelecehan ke Polda Jateng

0
image-81

Ilustrasi | Pelecehan terhadap Wanita (JatengNOW/Dok. IstockPhoto)

SOLO, JATENGNOW.COM – Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surakarta melaporkan dugaan pelecehan berbasis digital yang dialaminya ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polda Jawa Tengah. Korban yang menggunakan nama samaran Mawar mengaku menjadi sasaran penyebaran gambar hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bermuatan pornografi.

Mawar menuturkan, aksi tersebut mulai dialaminya sejak Januari 2026. Ia menerima pesan langsung (direct message/DM) dari sejumlah akun Instagram anonim yang mengirimkan foto dirinya yang telah direkayasa menggunakan teknologi AI.

“Sejak Januari saya menerima DM dari beberapa akun anonim yang mengirimkan foto saya yang sudah dimanipulasi menggunakan AI menjadi gambar bermuatan pornografi,” ujar Mawar saat ditemui di Solo, Kamis (23/7/2026).

Merasa penasaran, korban sempat berkomunikasi dengan salah satu akun anonim untuk mengetahui asal gambar tersebut. Dari percakapan itu, akun tersebut mengaku memperoleh gambar dari sebuah grup di aplikasi Telegram.

“Saya sempat bertanya dari mana foto-foto itu didapat. Akun tersebut mengaku memperolehnya dari sebuah grup Telegram. Tetapi ketika saya meminta nama grupnya, mereka tidak mau menjelaskan,” katanya.

Pada awalnya, Mawar memilih mengabaikan pesan-pesan tersebut karena meyakini gambar yang dikirim bukan foto asli, melainkan hasil manipulasi digital.

“Saya tahu itu bukan foto asli karena ada bagian yang tidak sesuai, termasuk tanda lahir saya. Jadi awalnya saya memilih mengabaikannya,” ungkapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, korban merasa tindakan tersebut semakin meresahkan dan berpotensi merusak nama baiknya. Ia pun memutuskan melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Dittipidsiber Polda Jawa Tengah.

“Semakin lama saya merasa ini sudah sangat mengganggu dan bisa merusak nama baik saya. Akhirnya saya memutuskan membuat laporan resmi ke kepolisian,” jelasnya.

Dalam laporannya, Mawar menyerahkan sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar percakapan serta gambar yang diterimanya. Ia juga menghadirkan saksi untuk memperkuat laporan tersebut.

Korban mengaku memiliki dugaan mengenai identitas pelaku yang diduga merupakan seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Namun demikian, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.

“Saya memiliki dugaan mengenai identitas pelaku, tetapi semuanya saya serahkan kepada penyidik untuk dibuktikan melalui proses hukum,” tuturnya.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait meningkatnya dugaan kekerasan dan pelecehan berbasis digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Penggunaan AI untuk membuat gambar manipulatif atau deepfake dinilai dapat berdampak serius terhadap korban, termasuk mencemarkan nama baik dan menimbulkan tekanan psikologis.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Identitas pihak yang dilaporkan juga belum diungkap ke publik karena proses penyelidikan masih berlangsung dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *