Ibu Rumah Tangga di Sragen Ikuti Pelatihan Pembuatan Keset Kain Perca, Harap Tambah Cuan

Ibu Rumah Tangga di Sragen Ikuti Pelatihan Pembuatan Keset Kain Perca, Harap Tambah Cuan (JatengNOW/Dok)
SRAGEN, JATENGNOW.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan pembuatan keset kain perca bagi ibu rumah tangga di Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Selasa (23/4/2024). Upaya ini dilakukan untuk menambah keterampilan para ibu, agar dapat menghasilkan penghasilan tambahan, meskipun sambil mengasuh anak.
Acara yang diadakan di Balai Desa Plosokerep ini diikuti oleh 30 peserta. Keseharian mereka umumnya disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan mengantar jemput anak. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan mereka keterampilan yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu peserta, Murtini, mengaku senang mengikuti pelatihan pembuatan keset kain perca. Selama ini, ia hanya mengandalkan gaji suami dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik.
“Baru pertama kali ini dapat latihan. Ya senang, insyaaalah akan saya kembangkan. Selama ini saya nganggur, hanya antar jemput anak. Ya kalau sudah bisa, semoga bisa membantu keuangan keluarga,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan Desy. Meskipun mengaku kesulitan di awal pelatihan, namun ia merasa bersemangat.
“Insyaallah terus, buat keseharian sambil nungguin anak. Tadi yang susah pas menganyam, kalau proses manganan (merangkai kain perca) gampang,” urainya.
Sekretaris Program Desa Dampingan Diskominfo Jateng Galih Wibowo mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian bantuan yang diberikan Pemprov Jateng untuk mendorong penuntasan angka kemiskinan. Selain bantuan produktif berupa pelatihan, juga ada bantuan konsumtif seperti makanan tambahan bagi balita, serta pembenahan RTLH. Dengan begitu diharapkan dapat mengikis angka kemiskinan di desa tersebut.
“Selain itu bertujuan untuk memberdayakan warga, menambah nilai ekonomi. Harapannya, ketika program ini selesai di akhir 2024, warga Desa Plosokerep dapat mentas dari zona kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Galih menjelaskan, nantinya hasil kerajinan keset kain perca akan diserap oleh pengusaha keset lokal Desa Plosokerep. Selain itu, ibu-ibu akan dibekali kemampuan menjual lewat daring.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu menambah pundi penghasilan warga desa.
“Semua sarana prasarana pelatihan disediakan oleh Diskominfo Jateng, baik itu alat pembuatan keset, hingga uang transportasi bagi peserta. Sumber dananya, berasal dari Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) Diskominfo Jateng,” imbuhnya.
Mentor sekaligus pengusaha keset Desa Plosokerep, Naning Agustina, mengaku terkesan dengan kemampuan warga Plosokerep. Baru sekali mendapat pelatihan, namun kualitas keset yang dihasilkan boleh diadu.
“Secara umum sudah bagus, kalau saya lihat sudah bisa dijual karya ibu-ibu, bagus prospeknya,” jelasnya.
Naning menyebut, keset produknya sudah melanglang ke berbagai daerah. Seperti, Sulawesi, NTT, Lampung, Bengkulu, dan Jakarta.
“Insyaallah saya siap menyerap hasil karya ibu-ibu warga Desa Plosokerep,” pungkas Naning. (jn02)