Jelang Iduladha! Dispertan Karanganyar Temukan Hewan Kurban Belum Cukup Umur, Warga Diminta Teliti
Jelang Iduladha! Dispertan Karanganyar Temukan Hewan Kurban Belum Cukup Umur, Warga Diminta Teliti (JatengNOW/Dok)
KARANGANYAR, JATENGNOW.COM – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Warga diminta memastikan ternak yang dibeli telah cukup umur atau sudah poel agar memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban.
Imbauan tersebut disampaikan usai pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tiga lapak penjualan ternak di kawasan Papahan, tepi Jalan Solo–Tawangmangu, Selasa (26/5/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas masih menemukan sejumlah hewan yang belum poel atau belum cukup umur untuk dijadikan hewan kurban. Hewan tersebut umumnya memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding ternak lainnya.
Petugas kesehatan hewan Dispertan PP Karanganyar, Fathurahman mengatakan, kondisi poel menjadi cara paling mudah untuk memastikan usia hewan kurban.
“Kalau tidak tahu riwayat umurnya, paling gampang melihat poelnya. Kalau sudah poel satu berarti sudah dewasa,” ujarnya seperti dilansir dari Hariankota.com jejaring JatengNOW.
Menurutnya, pedagang sebenarnya telah diingatkan agar tidak menjual ternak yang belum memenuhi syarat umur untuk kebutuhan kurban.
Namun beberapa pedagang tetap membawa hewan tersebut karena ada pembeli yang mencari ternak dengan harga lebih murah atau untuk kebutuhan bibit.
“Kalau untuk kurban biasanya tidak dipilih karena terlalu kecil dan belum layak,” katanya.
Selain menemukan ternak belum cukup umur, petugas juga mendapati beberapa hewan tampak kelelahan akibat perjalanan jauh dan cuaca panas.
Meski demikian, mayoritas hewan dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit menular.
“Rata-rata tidak sakit. Ada yang terlihat capek karena baru datang dari perjalanan jauh dan masih penyesuaian,” jelas Fathurahman.
Dispertan PP Karanganyar mengimbau masyarakat agar tidak tergiur membeli hewan kurban hanya karena harga murah tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dan kelayakan ternak.
Hewan kurban yang sehat umumnya memiliki gerakan lincah, nafsu makan baik, tidak cacat, serta mampu berdiri sempurna dengan keempat kaki.
Petugas juga meminta pedagang menyediakan tempat teduh agar kondisi ternak tetap terjaga selama berada di lapak penjualan.
Di kawasan Papahan sendiri terdapat tiga lapak penjualan hewan kurban dengan harga ternak berkisar Rp1,5 juta hingga Rp5,2 juta per ekor.
Penjualan selama musim Iduladha rata-rata mencapai 20 hingga 30 ekor per lapak.
Dispertan PP memastikan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga hari penyembelihan.
Tim pemeriksa nantinya diterjunkan ke seluruh kecamatan untuk memeriksa kondisi hewan sebelum dan sesudah dipotong, termasuk pemeriksaan organ dalam seperti hati, paru-paru, limpa, ginjal, dan jantung agar aman dikonsumsi masyarakat. (jn02)
