Jembatan Garuda Rejosari Resmi Dibuka, Putus Isolasi Warga dan Dongkrak Wisata Bukit Sosogan

0
image

Jembatan Garuda Rejosari Resmi Dibuka, Putus Isolasi Warga dan Dongkrak Wisata Bukit Sosogan (JatengNOW/Dok)

KARANGANYAR, JATENGNOW.COM – Penantian panjang warga Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, akhirnya berakhir. Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Dukuh Sosogan dan Dukuh Krician resmi dioperasikan setelah diresmikan Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana bersama Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo, Kamis (23/7/2026).

Peresmian jembatan disambut antusias warga yang selama beberapa bulan terakhir harus memutar jauh akibat putusnya akses penghubung antardukuh. Kehadiran jembatan baru tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Kepala Desa Rejosari, Agus Supadiyanto, menjelaskan bahwa sebelumnya di lokasi tersebut berdiri jembatan sederhana yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 2017.

Namun, jembatan tersebut ambrol pada Desember 2025 akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari sehingga mengikis fondasi dan menyebabkan konstruksi roboh.

“Setelah jembatan ambrol, kami mengajukan permohonan pembangunan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Selanjutnya pembangunan diinisiasi melalui program Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan TNI,” ujarnya.

Karena bentang sungai cukup panjang, jembatan baru dibangun menggunakan konstruksi gantung dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 1,2 meter.

Pembangunan dilakukan di bawah koordinasi Kodim 0727/Karanganyar bersama Koramil Gondangrejo serta Pemerintah Desa Rejosari.

Agus mengatakan, keberadaan jembatan tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Selain menjadi jalur utama petani mengangkut hasil panen, jembatan juga mempermudah akses anak sekolah, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas sosial masyarakat.

“Kalau ke kantor desa atau kecamatan sekarang lebih dekat. Petani juga lebih mudah membawa hasil panen karena tidak perlu memutar jauh,” katanya.

Tak hanya itu, Jembatan Garuda juga menjadi akses utama menuju Bukit Sosogan, destinasi wisata yang berada di tanah kas desa. Kawasan tersebut selama ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi bumi perkemahan bagi pelajar dari Karanganyar maupun Kota Surakarta.

Dengan akses yang semakin baik, Pemerintah Desa berharap kunjungan wisata ke Bukit Sosogan akan terus meningkat sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

“Peresmian Jembatan Garuda ini adalah wujud sinergi semua pihak dalam pembangunan di Karanganyar. Tanpa kebersamaan, pembangunan tidak akan berjalan secepat dan sebaik ini,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di pedesaan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan pariwisata.

Pemkab Karanganyar bahkan menargetkan produktivitas pertanian di Desa Rejosari meningkat hingga 20 persen, seiring membaiknya akses transportasi. Selain itu, jumlah kunjungan wisata ke Bukit Sosogan juga diharapkan meningkat signifikan dalam satu tahun ke depan.

“Ini baru awal. Tantangan kita sekarang adalah menjaga dan merawat jembatan ini agar benar-benar menjadi urat nadi baru bagi perekonomian masyarakat Gondangrejo,” tegas Adhe.

Diketahui, program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di empat titik, yakni dua lokasi di Kecamatan Kerjo, satu lokasi di Kecamatan Jenawi, dan satu lokasi di Kecamatan Gondangrejo yang kini telah resmi dimanfaatkan masyarakat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *