Jepara Mulai Perluas Desa Digital, Pelayanan Warga Ditarget Makin Cepat dan Transparan

0
IMG-20261002-WA0014

JEPARA, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai memperkuat digitalisasi pemerintahan desa melalui program Desa Digital. Program tersebut diterapkan pada 32 desa yang menjadi lokus pilot project 2026.

Pencanangan Desa Digital berlangsung di Balai Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kamis (1/10/2026). Program ini diarahkan untuk membuat pelayanan pemerintahan desa lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

Wakil Bupati Jepara Hajar Sugiarto atau Gus Hajar mengatakan, digitalisasi desa menjadi bagian dari arah pembangunan Jepara MULUS, khususnya dalam mewujudkan birokrasi yang lebih baik.

“Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal untuk berkembang,” ujarnya.

Pemkab Jepara sebelumnya telah melakukan penilaian klasifikasi digital terhadap desa. Pada 2024, terdapat 11 desa yang mengikuti penilaian.

Dalam penilaian tersebut, Desa Tegalsambi dan Desa Kelet berhasil masuk kategori Digital.

Sementara pada 2026, jumlah lokus pilot project diperluas menjadi 32 desa. Klasifikasi digital pemerintah desa dibagi menjadi empat tingkatan, yakni Inisiasi, Berkembang, Maju, dan Digital.

Penilaiannya mencakup sejumlah aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital hingga masyarakat digital.

Pendampingan dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing desa sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan digitalisasi di tingkat desa.

Desa Kelet menjadi salah satu desa yang telah mengembangkan sejumlah layanan berbasis teknologi.

Pelayanan administrasi kependudukan dilakukan melalui Kumisku. Sementara pelayanan 54 jenis surat telah menggunakan Sistem Informasi Desa (SID).

Untuk surat dinas, pemerintah desa memanfaatkan aplikasi SRIKANDI yang kemudian terintegrasi dengan penggunaan Tanda Tangan Elektronik.

Gus Hajar berharap 32 desa yang menjadi lokus pilot project tidak berhenti pada pencanangan. Pendampingan yang diberikan diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah desa untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran dalam keberhasilan transformasi digital di tingkat desa dengan menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan produktif.

Manfaat digitalisasi pelayanan juga mulai dirasakan masyarakat Desa Kelet.

Saat menyapa warga melalui Zoom Meeting, Gus Hajar berbincang dengan Fani, salah seorang pedagang di Pasar Kelet. Dalam kesempatan tersebut, Fani menyampaikan bahwa pelayanan yang diterimanya kini terasa lebih mudah dan cepat.

Gus Hajar menegaskan, penggunaan teknologi dalam pemerintahan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Digitalisasi harus hadir untuk memudahkan pekerjaan pemerintah desa dan yang paling utama, memudahkan masyarakat,” kata Gus Hajar.

Pemkab Jepara berharap praktik digitalisasi yang telah berjalan di sejumlah desa dapat terus dikembangkan. Pengalaman tersebut selanjutnya diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis teknologi. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *