Meeting of Styles 2026 Kembali Digelar, INDACO Hadirkan Street Art Dunia ke Karanganyar
Meeting of Styles 2026 Kembali Digelar, INDACO Hadirkan Street Art Dunia ke Karanganyar (JatengNOW/Dok)
KARANGANYAR, JATENGNOW.COM – Kawasan pabrik cat PT Indaco Warna Dunia (INDACO) di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar berubah menjadi panggung seni internasional dalam gelaran Meeting of Styles (MOS) 2026 Indonesia, Sabtu-Minggu (16-17/5/2026).
Sebanyak 50 seniman grafiti dari 19 negara ikut ambil bagian dalam festival street art bergengsi tersebut. Para seniman datang dari berbagai negara seperti Yunani, Rusia, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, hingga sejumlah negara Asia Tenggara untuk menunjukkan kreativitas mereka melalui mural dan grafiti raksasa di dinding kawasan pabrik.
Suara khas kocokan kaleng cat aerosol pun terdengar nyaris tanpa henti sepanjang acara berlangsung.
Presiden Direktur INDACO, Iwan Adranacus mengatakan, MOS 2026 merupakan penyelenggaraan kelima sejak rutin digelar mulai tahun 2022. Tahun ini, tema “Togetherness” atau kebersamaan dipilih sebagai pesan utama di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang memanas.
“Tema ini relevan dengan kondisi global saat ini. Ketika dunia sedang terpecah belah oleh situasi geopolitik internasional yang memanas, kami ingin menyadarkan masyarakat dunia tentang pentingnya kebersamaan melalui karya grafiti,” ujar Iwan, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, tema tersebut juga selaras dengan dinamika politik global, termasuk pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sempat menyampaikan pentingnya menjaga hubungan damai antarnegara.
Iwan mengakui kondisi global turut mempengaruhi pelaksanaan MOS 2026. Beberapa seniman asal Prancis, Belanda, dan Jerman batal hadir karena jadwal penerbangan yang dibatalkan. Namun, sejumlah seniman dari kawasan Eropa Timur tetap berkomitmen datang ke Indonesia.
“MOS dari tahun ke tahun semakin matang. Tahun ini kami merasa semua lini lebih siap, baik panitia, peserta, maupun tamu undangan,” jelasnya.
Selain menjadi ajang seni internasional, MOS 2026 juga menghadirkan program kolaborasi sosial bersama jajaran Pemasyarakatan. Kegiatan mural dan seni visual diberikan kepada warga binaan sebagai bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
“Kami membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk memberikan bekal kemampuan bagi warga binaan,” ujar Mashudi dari jajaran Pemasyarakatan.
Ia berharap pelatihan seni mural tersebut mampu membantu warga binaan menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan tidak kembali terjerat persoalan hukum setelah bebas nanti.
MOS 2026 Indonesia pun kembali menegaskan posisi Karanganyar sebagai salah satu pusat perkembangan street art internasional di Indonesia. (jn02)
