One Stop Service BPOM Percepat Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen, dan Kosmetik di Solo
One Stop Service BPOM Percepat Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen, dan Kosmetik di Solo (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik bersama Balai POM di Solo menggelar One Stop Service (OSS) Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 di Solo Techno Park tersebut diikuti 159 pelaku usaha serta 11 peserta lintas sektor yang berasal dari unsur instansi pemerintah, akademisi, asosiasi, dan organisasi profesi.
Layanan tersebut menjadi langkah proaktif BPOM untuk mendekatkan pelayanan kepada pelaku usaha sekaligus mempercepat proses registrasi dan penerbitan izin edar produk.
Melalui OSS, pelaku usaha mendapatkan layanan registrasi yang lebih terintegrasi. Salah satu inovasi yang diterapkan yakni NIE TUNTAS (One Day Service NIE) untuk kategori produk tertentu.
Selain layanan registrasi, BPOM juga menyediakan desk khusus untuk membantu pelaku usaha menyelesaikan kekurangan data maupun kendala yang ditemukan selama proses registrasi.
Kegiatan OSS tidak hanya berorientasi pada percepatan penerbitan izin edar. Agenda tersebut juga menjadi sarana peningkatan kapasitas fasilitator Balai POM di daerah dalam melakukan evaluasi dokumen registrasi dan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Dengan peningkatan kompetensi tersebut, pendampingan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan setelah kegiatan OSS berakhir.
Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat sinergi pengawasan pre-market dan post-market untuk memastikan obat bahan alam, suplemen kesehatan, serta kosmetik yang beredar memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.
Pelaku usaha juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai penyusunan Dokumen Informasi Produk (DIP) sebagai salah satu bagian penting dalam proses registrasi.
Sementara itu, akademisi dan peneliti memperoleh pendampingan terkait pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), Fitofarmaka, dan kosmetik berbasis bukti ilmiah.
Kolaborasi antara BPOM, Balai POM di Solo, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, asosiasi, dan organisasi profesi tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak produk lokal yang memenuhi standar keamanan dan mutu.
Selain memberikan perlindungan kepada masyarakat, langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus menciptakan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha di daerah. (jn02)
