Pelatih Para Renang NPCI Maju Pilkades Palur, Dinda Ayu Bawa Gagasan 3T

0
WhatsApp Image 2026-10-03 at 13.12.41

Pelatih Para Renang NPCI Maju Pilkades Palur, Dinda Ayu Bawa Gagasan 3T (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Dinda Ayu Sekartaji, pelatih para renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), memutuskan ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Bidang Pembinaan dan Prestasi NPCI serta Deputy of Secretary General ASEAN Para Sports Federation (APSF) tersebut menjadi pendaftar pertama yang menyerahkan berkas pencalonan sebagai kepala Desa Palur.

Dinda yang tinggal di Dukuh Klauran, Desa Palur, mengaku awalnya sempat ragu untuk terjun ke pemerintahan desa. Dorongan dari masyarakat dan tokoh setempat kemudian membuatnya mantap mencalonkan diri.

“Saya tidak terbayang karena saya masih 31 tahun. Kemudian setelah konsultasi dengan sesepuh pinisepuh Desa Klauran, saya tinggal di Palur kebetulan, mereka sangat suportif sekali, sangat mendukung sekali,” ujar Dinda saat ditemui di Kantor NPCI, Jumat (2/10/2026).

Dinda memiliki latar belakang pendidikan dari University of Western Australia dan menyelesaikan program Master of Marketing pada 2024. Di luar bidang pemerintahan desa, ia selama ini aktif dalam pembinaan olahraga disabilitas.

Dalam pencalonannya, Dinda menawarkan visi membangun Desa Palur yang maju, transparan, dan sejahtera.

Gagasan tersebut dirangkum melalui program 3T, yakni Transparan Anggarane, Tanggap Pelayanane, dan Tangguh Ekonomine.

Salah satu program yang disiapkannya adalah membangun website desa yang dapat digunakan masyarakat untuk melihat informasi mengenai anggaran maupun pekerjaan pemerintah desa.

“Kenapa kok bangun website, karena saya ingin perputaran anggaran dan pekerjaan saya beserta dengan perangkat desa itu nanti transparan, bisa dilihat dan dikontrol oleh semua masyarakat lewat ponsel secara online,” kata Dinda.

Selain digitalisasi pelayanan dan transparansi anggaran, Dinda menyebut penguatan UMKM lokal menjadi salah satu perhatian. Ia juga berencana melakukan revitalisasi fasilitas olahraga desa agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih maksimal.

Gedung olahraga desa, misalnya, akan dibenahi mulai dari sirkulasi udara hingga penambahan fasilitas olahraga seperti tenis meja.

Meski masuk ke kontestasi Pilkades, Dinda menyatakan tidak akan meninggalkan dunia olahraga yang selama ini menjadi bagian dari aktivitasnya.

Ia tetap berencana menjalankan perannya sebagai pelatih para renang NPCI apabila nantinya terpilih menjadi kepala desa. Sebelumnya, Dinda juga pernah menjadi bagian dari kontingen olahraga disabilitas Indonesia sebagai pelatih para renang.

Menurut Dinda, pengalaman di dunia olahraga juga dapat diterapkan dalam pembangunan desa, khususnya melalui pengembangan aktivitas olahraga bagi masyarakat dan pencarian bibit atlet dari lingkungan desa.

“Saya basic-nya adalah atlet renang dan pernah mendapat rekor di Jateng-DIY. Saya tidak pernah bisa lepas dari olahraga. Saya tidak akan meninggalkan NPC, saya akan tetap mengabdi di NPC dan mengabdi di kampung saya,” ujarnya.

Selain program 3T, Dinda juga menyampaikan komitmen pribadi apabila nantinya memperoleh amanah sebagai kepala desa.

Ia mengatakan tidak akan mengambil gaji kepala desa untuk kebutuhan pribadi. Gaji tersebut, menurutnya, akan disimpan selama beberapa bulan sebelum dikembalikan dalam bentuk kegiatan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

“Insyaallah kalau saya terpilih jadi kepala desa, saya tidak akan mengambil gajinya. Gaji itu akan saya simpan dalam kurun waktu 3 bulan atau sampai 6 bulan, setiap 3 bulan atau 6 bulan itu nanti akan saya kembalikan dengan bentuk kegiatan sosial, yaitu memberikan sembako-sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di desa saya,” katanya.

Pilkades Palur sendiri menjadi bagian dari agenda pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Sukoharjo yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Langkah Dinda mendapat dukungan dari ayahnya, Senny Marbun, yang merupakan Ketua Umum NPCI.

Senny mengatakan keluarga merestui keputusan putrinya untuk ikut dalam kontestasi Pilkades sekaligus tetap berkiprah dalam pembinaan olahraga disabilitas.

“Merestui untuk membangun desa ini. Dan saya rasa kalau anak saya itu kalau sudah bercita-cita dan mau, dia pasti fight betul, karena dia olahragawan kok,” ujar Senny.

Dinda merupakan putri sulung Senny Marbun. Menurut Senny, keputusan untuk maju sebagai calon kepala desa telah dipertimbangkan Dinda sebelum akhirnya memilih kembali ke Indonesia dan mendaftarkan diri.

Dengan latar belakang olahraga dan pendidikan yang dimilikinya, Dinda kini memasuki arena pemerintahan desa dengan membawa sejumlah gagasan yang akan ditawarkan kepada masyarakat Desa Palur dalam Pilkades 2026. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *