Pemprov Jateng Siapkan Rp38,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Sragen
Pemprov Jateng Siapkan Rp38,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Sragen (JatengNOW/Dok)
SRAGEN, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan infrastruktur jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah di Kabupaten Sragen. Total anggaran sebesar Rp38,2 miliar disiapkan untuk memperbaiki ruas Jalan Sukowati dan Galeh–Ngrampal.
Perbaikan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 dan rampung pada akhir tahun, sehingga akses jalan kembali layak dilalui masyarakat.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, saat meninjau lokasi bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Kamis (18/6/2026).
Henggar mengatakan hasil pengecekan lapangan menunjukkan beberapa titik kerusakan cukup berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Setelah kita cek langsung, memang ada beberapa bagian yang kondisinya luar biasa parah. Ini nanti akan kita selesaikan,” ujarnya.
Untuk ruas Jalan Sukowati, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran Rp16,5 miliar untuk penanganan sepanjang satu kilometer, dengan metode konstruksi menyesuaikan tingkat kerusakan, mulai dari perkerasan beton hingga pelapisan aspal.
Sementara itu, ruas Galeh–Ngrampal mendapat anggaran Rp14,4 miliar untuk penanganan satu kilometer, ditambah Rp7,3 miliar dari APBD murni untuk perbaikan tambahan sepanjang 700 meter.
Secara keseluruhan, panjang jalan yang akan diperbaiki mencapai sekitar 2,7 kilometer.
Menurut Henggar, pekerjaan fisik direncanakan berlangsung selama lima bulan, dengan harapan bisa selesai sesuai target pada 2026. Ia juga menyebut kemungkinan adanya tambahan alokasi pada 2027 agar penanganan ruas Galeh–Ngrampal yang panjang totalnya mencapai 20,65 kilometer bisa lebih cepat tuntas.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jateng dalam merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak tersebut.
Menurutnya, Jalan Sukowati memiliki pembagian kewenangan antara Pemkab Sragen dan Pemprov Jateng, namun titik kerusakan terparah berada pada ruas milik provinsi.
“Yang rusaknya sangat serius dan parah itu wilayah kewenangan provinsi. Alhamdulillah tahun ini akan diperbaiki,” kata Sigit.
Warga sekitar pun menyambut baik rencana perbaikan ini. Salah seorang warga, Gianto, mengaku lega setelah menunggu cukup lama.
“Saya terima kasih sama Pak Gubernur,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan percepatan perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pada 2026. Pemprov Jateng juga telah menyiapkan realokasi anggaran sekitar Rp200 miliar untuk penanganan jalan rusak di sejumlah daerah.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (jn02)
