Perisai Pancasila Ajak Generasi Muda Solo Jadi Agen Pengamal Nilai Pancasila Lewat Seminar Sambung Rasa

0
IMG-20260705-WA0095

SOLO, JATENGNOW.COM – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dari berbagai kelurahan di Kota Solo mengikuti Seminar Sambung Rasa bertajuk “Generasi Muda Peduli Pancasila” di Aula Monumen Pers Nasional Surakarta, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Perisai Pancasila bekerja sama dengan Pusat Study Pengamalan Pancasila (PSPP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan PWI Surakarta itu bertujuan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Acara diawali dengan suasana penuh semangat saat para peserta diajak menyanyikan lagu-lagu nasional sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Inisiator Perisai Pancasila, Amy Suratmi Kadiono, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi Pancasila di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, semangat nasionalisme harus terus dibangun melalui berbagai kegiatan kreatif yang dekat dengan kalangan anak muda.

“Kami ingin menggerakkan anak-anak muda agar lebih mencintai bangsa dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui lagu-lagu nasional. Harapannya mereka tidak hanya memahami Pancasila, tetapi juga berperan aktif menggelorakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Amy menambahkan, Perisai Pancasila juga mendorong lahirnya berbagai wadah kepemudaan yang mampu menyalurkan kreativitas sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter kebangsaan.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali semangat Pancasila di lingkungan masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Study Pengamalan Pancasila (PSPP) UNS, Prof. Dr. Triyanto, SH., M.Hum, menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dimulai dari kehidupan sehari-hari.

“Mari kita menelaah kembali Pancasila dan mengamalkannya, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah. Pengamalan Pancasila dimulai dari rumah tangga. Hal sederhana seperti memastikan dapur tetap ‘ngebul’ dan keluarga sejahtera merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghadirkan rasa keadilan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai salah satu wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila.

Di kesempatan yang sama, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menyoroti pentingnya peran media massa dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digital yang penuh tantangan.

Menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus menjaga persatuan bangsa.

“Media memiliki peran penting dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di era digital. Anak-anak muda harus menjadi agen perubahan karena saat ini nilai-nilai Pancasila mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” katanya.

Ia menilai pendidikan Pancasila saat ini sudah tidak sekuat beberapa dekade lalu sehingga diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan.

“Dulu pendidikan Pancasila sangat kuat diajarkan di sekolah. Sekarang nilai-nilai itu mulai luntur. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaikinya agar Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta Karang Taruna. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *