Pesta Flare Warnai Kemenangan Persis di Manahan, 80 Flare dan 20 Suporter Diamankan

0
image

Pesta Flare Warnai Kemenangan Persis di Manahan, 80 Flare dan 20 Suporter Diamankan (JatengNOW/Benediktus Candra)

SOLO, JATENGNOW.COM – Kemenangan dramatis Persis Solo atas Dewa United di laga kandang terakhir musim ini ternoda aksi penyalaan flare dan petasan oleh suporter di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026) malam. Meski Laskar Sambernyawa sukses mengamankan tiga poin penting, suasana stadion sempat dipenuhi asap merah menyala usai peluit panjang dibunyikan.

Persis Solo menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Luca Dumancic pada menit ke-76 dalam lanjutan Super League 2025/2026. Namun euforia kemenangan langsung berubah menjadi pesta flare di sejumlah tribune stadion.

Pantauan di lokasi, flare merah menyala di tribun timur, disertai ledakan petasan dan kembang api yang beberapa kali terdengar dari dalam maupun luar stadion. Asap tebal sempat menyelimuti area stadion sesaat setelah pertandingan berakhir.

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan sterilisasi dan mengamankan sejumlah flare sebelum pertandingan dimulai.

“Sudah banyak flare yang kami amankan sebelum pertandingan, tetapi memang masih ada yang lolos masuk,” ujarnya.

Menurut Ginda, pihak panitia dan petugas keamanan telah mengamankan sekitar 80 flare serta sekitar 20 suporter yang diduga terlibat dalam penyalaan flare dan petasan. Mereka saat ini masih menjalani pendataan di Polresta Surakarta.

“Total ada sekitar 80 flare yang diamankan dan sekitar 20 suporter juga sempat diamankan untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Akibat kepulan asap flare dan petasan, dua penonton perempuan dilaporkan sempat mendapatkan penanganan medis ringan.

“Ada dua perempuan yang menjalani perawatan ringan karena sesak akibat asap dan kondisi kaget. Mungkin juga punya riwayat asma. Tapi sejauh ini belum ada laporan korban luka berat,” katanya.

Ginda mengimbau suporter agar tetap merayakan kemenangan secara tertib tanpa menyalakan flare maupun petasan di dalam stadion karena berpotensi membahayakan penonton lain.

“Kami memahami antusiasme suporter, apalagi ini laga kandang terakhir musim ini. Tapi jangan sampai perayaan mengganggu kenyamanan dan keselamatan penonton lain,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pihak panitia kecolongan total terkait masuknya flare ke dalam stadion.

“Bukan kecolongan, tapi memang antusiasme suporter kadang di luar prediksi,” imbuhnya.

Sempat terjadi ketegangan kecil di tribun barat ketika petugas berusaha mengamankan kembang api yang hendak dinyalakan suporter. Namun situasi berhasil dikendalikan dan pertandingan tetap berlangsung aman hingga bubar.

Insiden flare ini menjadi yang kedua bagi Persis Solo sepanjang musim 2025/2026. Sebelumnya, Komisi Disiplin PSSI pernah menjatuhkan sanksi denda Rp250 juta kepada Persis akibat penyalaan flare saat menghadapi Persita Tangerang pada Januari lalu.

“Kami tentu berharap tidak ada sanksi lagi. Apalagi ini pertandingan kandang terakhir musim ini,” pungkas Ginda. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *