Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sedekah Bumi Desa Lebak, Pawai Budaya Jadi Daya Tarik
Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sedekah Bumi Desa Lebak, Pawai Budaya Jadi Daya Tarik (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Lebak dalam rangkaian pawai budaya untuk memeriahkan tradisi Sedekah Bumi yang digelar pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan tahunan ini berlangsung semarak dengan menghadirkan sejumlah kelompok sound horeg dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta beragam pertunjukan seni budaya.
Pawai budaya tahun ini menampilkan kesenian tradisional khas Desa Lebak yang dipadukan dengan kolaborasi tarian daerah dan tarian modern. Perpaduan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Petinggi Desa Lebak, Moh. Sodiq, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga wadah pengembangan kreativitas, khususnya generasi muda.
“Ini adalah ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas yang dimiliki. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memeriahkan sekaligus menjaga tradisi ini agar tetap lestari,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Sedekah Bumi telah dipersiapkan sejak jauh hari, mulai dari ziarah ke makam leluhur Desa Lebak, tradisi manganan, hingga penyaluran santunan kepada warga yang membutuhkan.
Ia menegaskan seluruh rangkaian tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai berkah yang diterima, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
Desa Lebak yang terdiri dari 30 RT dan 6 RW dengan jumlah penduduk sekitar 13.993 jiwa turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan tersebut.
“Kegiatan ini selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, juga menjadi ajang berkumpulnya warga untuk menunjukkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat Desa Lebak,” tambahnya.
Rangkaian Sedekah Bumi Desa Lebak masih akan berlanjut hingga Selasa mendatang. Puncak acara akan diisi dengan kirab budaya, doa bersama, dan pagelaran wayang kulit sebagai penutup perayaan tradisi tahunan tersebut. (jn02)
